Takjub! Perjuangan KSBC Dirikan 212 Mart Cibubur

Empat bulan dengan semangat ghirah, 212 Mart Cibubur diwujudkan. Omzet saat grand opening (GO) meraih Rp 68 juta.

Ketua Koperasi Sejahtera Bersama Cibubur (KSBC), Hidayat Rais mengisahkan awal mulai niatan mendirikan 212 Mart Cibubur. Tepatnya, kata Rais, tanggal 20 Agustus 2017, dalam kegiatan jamaah atas undangan H.Asep di kantornya di bilangan Komplek Cibubur III, Jakarta Timur.

Proses Pendirian
Kegiatan itu, adalah sosialisasi 212 Mart yang disampaikan Asep di hadapan beberapa jamaah. Saat itu, Rais mengaku datang terlambat dan duduk di belakang. Namun dirinyalah yang lebih banyak bertanya tentang 212 Mart ini. Dari pertemuan itu, Rais langsung ditunjuk menjadi Ketua Komunitas KS 212 Cibubur.

“Saya ditunjuk jadi ketua komunitas. Karena sudah banyak pertanyaan di Cibubur sudah begitu lama, tapi tidak ada respon tentang 212 Mart,” kata Rais kepada Koperasi Syariah 212, ditemui usai peresmian 212 Mart Cibubur, Jakarta, Sabtu (27/1).

Kemudian, kata dia, dibentuklah kepengurusan pada rapat pertama di akhir Agustus 2017. Lalu, awal September 2017 rapat pun berlanjut untuk menyamakan perbedaan pendapat. Rais bersama pengurus lainnya, meminta petunjuk dari KS 212 Pusat, syarat apa saja yang harus dipenuhi untuk mendirikan 212 Mart. Oleh KS 212 Pusat, disarankan komunitas harus memiliki 100 anggota baru bisa mendirikan 212 Mart.

Kemudian, sosialisasi pun terus digencarkan seperti halnya di Masjid Al Ittihad di Komplek Bukit Permai Cibubur. Di Masjid ini, jamaahnya tidak hanya warga komplek tersebut, tapi juga dari Hankam dan bahkan Bogor. Masjid Al Ittihad ini sebagai sentral kegiatan kajian ilmu agama, setiap pekannya.

Rais bersyukur dengan semangat yang tinggi, dalam waktu satu bulan jumlah anggota tercatat 100 orang. Adapun investasi di patok kisaran dari Rp 250 ribu hingga Rp 20 juta perorang. ”Alhamdulillah dalam satu bulan anggota 100 orang, tapi angkanya tidak tercapai karena syarat mendirikan gerai tipe C Plus itu investasinya harus Rp 700 juta,” ungkap Ketua Komunitas Koperasi Syariah 212 Cibubur ini.

Untuk mencapai angka tersebut, kata dia, sosialisasi pun terus digencarkanhingga awal Desember 2017 jumlah anggota tercatat 250 orang dengan dana terkumpul Rp 300 juta, belum juga mencapai Rp 700 juta.

Sosialisasi ke Masjid-Masjid
Rais dan pengurus lainnya tetap semangat kerja keras dari pagi hingga sore menyosialisasikan ke masjid-masjid dan majelis taklim di wilayah Cibubur. Pertengahan Desember, anggota tercatat 300 orang lebih dengan angka nembus Rp 650 juta. ”Masih kurang Rp 50 juta. Padahal kami berniat meminta pada Allah SWT, momentum 212 itu gerai 212 Mart Cibubur bisa dilauching. Tapi meleset karena dananya kurang, tidak mungkin,” kata Rais.

Kemudian Rais berniat dana talangan untuk menutupi kekurangan yang Rp 50 juta tersebut. Dia pun berdiskusi dengan para petinggi KS 212 Pusat. Menurutnya, Dr. Syafii Antonio (Ketua Umum KS 212 Pusat) menyarankan tidak melakukan hal itu mengingat tidak konvesioner karena dipostikan akan meminjam dana dari orang.

”Pak Antonio bilang jangan, tidak boleh sebaiknya maksimalkan anggotanya saja. Nggak apa santai saja, banyakin anggotanya saja,” ucap Rais menirukan saran Pak Antonio, ketika itu.

Rais dan pengurus lainnya, terus berjuang dengan semangat ghirah untuk merangkul umat Muslim yang belum bergabung. Kadang, kata Rais, ada cibiran dikarenakan mereka tidak percaya dengan gerakan membangkitkan ekonomi umat ini.

”Ada yang bilang, benar nih mintain uang bisa di pertanggungjawabkan. Saya jawab, insha Allah bisa karena 212 ini berkah dari Allah SWT, yaitu 7 juta umat Muslim dari seluruh Indonesia berkumpul di Monas dalam Aksi Bela Islam. Alhamdulillah menjelang akhir Desember 2017, dana mencapai Rp 700 juta, dengan jumlah anggota 350 orang,” ungkap Rais.

Dana sudah terkumpul, kebangkitan ekonomi umat segera dibuktikan oleh Komunitas KS 212 Cibubur dengan Ketuanya Hidayat Rais. Dua ruko di JL. Raya Lapangan Tembak, Cibubur, Ciracas Jakarta Timur, yang sangat strategis itu disewa komunitas ini.

Sewa Ruko Dipermudah
Ada cerita unik di balik penyewaan ruko ini. Rais mengisahkan lagi. Dua ruko tersebut disewa dari seorang anggota komunitas KS 212 Cibubur. Satu ruko, sebelumnya untuk usaha barbershop, sedangkan satu rukonya untuk klinik kesehatan. Saat kedua penyewa ruko tersebut berniat untuk memperpanjang sewa, anggota komunitas pemilik ruko tidak mengizinkan. Lantaran ruko miliknya akan dipakai operasional 212 Mart Cibubur. Bahkan, lima bulan sebelum habis kontrak, si pemilik ruko sudah mengingatkan penyewa bahwa ruko tersebut akan dipakai.

“Subhannallah, kami sewa dua ruko. Satu rukonya Rp 60 juta pertahun, dua ruko jadi Rp 120 juta. Tapi, 50 persen dari harga satu rukonya, pemilik hibahkan untuk marbot yang ada di masjid-masjid di Cibubur. Jadi Rp 30 juta, beliau hibahkan untuk marbot-marbot,” ungkap Rais.

Pada penyewa sebelumnya, kata Rais, pemilik ruko tersebut penyewakan satu ruko itu seharga Rp 90 juta pertahunnya. Jadi , untuk harga dua ruko itu pertahunnya Rp 180 juta.

Kontrak ruko selesai pada 30 Desember 2017. Kemudian, pada 1 Januari 2018, kedua ruko tersebut mulai direnovasi dengan kerja keras siang malam. Tembok tengah ruko pun dibongkar hingga terlihat luas. Pasang AC, lampu, serta perlengkapan lainnya dilakukan dengan kerja sama jamaah. “Alhamdulillah 3 minggu renovasi ruko selesai, dan kita tetapkan 27 Januari grand opening (GO) 212 Mart Cibubur. Alhamdulillah Allah SWT memberikan kemudahan dan meridhoi semangat ghirah kami,” ungkap Rais.

Masih Banyak Peminat Investasi
Hingga 212 Mart Cibubur di resmikan oleh Walikota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana pada Sabtu, 27 Januari 2017 lalu, menurut Rais, masih banyak orang yang datang ingin mendaftar menjadi anggota komunitas, bahkan siap menyerahkan dana investasi. Tapi , Rais tidak menerimanya dengan alasan bijaksana yakni dana sudah cukup untuk satu gerai 212 Mart Cibubur ini. Karena tujuan didirikan gerai islami ini adalah kata Rais, untuk mensejahterakan anggota, dengan adanya SHU (Sisa Hasil Usaha) yang akan dibagikan kepada anggota, di akhir tahun.

Dengan bijak Rais menyampaikan kepada umat Muslim yang ingin bergabung menjadi anggota tersebut. Yakni, kata dia, nanti ketika setelah tiga bulan akan dibuka kembali pendaftaran untuk membuat 212 Mart baru di wilayah Cibubur, lagi. “Alhamdulilah mereka setuju. Jadi yang mau investasi kita ditahan dulu, nanti kalau mau mart yang kedua. Karena kita memang mau mensejahterakan anggota. Makanya, 212 Mart Cibubur ini kita kunci anggotanya 350 orang, cukup, biar semuanya berkembang dan dapat SHU lumayan,” ujar Rais.

Karena jelas dia, kalau mau investasi besar bukan cerita, tapi SHU juga menjadi pertimbangan meskipun investasinya kecil, pasti diharapkan. Jadi, pihaknya tidak ingin anggota terlalu banyak mengingat bagi SHU pastinya kecil. Karena persyaratan mendirikan satu gerai 212 Mart tipe C Plus, berikut renovasi toko dan sewa adalah kisaran Rp 700 juta. Untuk gerai pertama dana tersebut sudah tercapai, dengan anggota 350 orang. “Kita akan cari Rp 700 juta lagi untuk buka gerai kedua. Insha Allah,” kata Rais.

212 Mart Cibubur ini berada di bawah payung hukum Koperasi Sejahtera Bersama Cibubur (KSBC) berkomitmen untuk mensejahterakan anggotanya. Belanja para anggota atau jamaah pun akan dioptimalkan, tentu dengan dukungan daripada mitra 212 Mart Cibubur yaitu Hydro dalam penyediaan produk-produknya.

Paket Belanja
Karena, menurut Rais, pihaknya akan menyertakan paket-paket belanja untuk menggairahkan belanja anggota. Namun demikian, dia berharap agar pihak Hydro menyediakan strok produknya dalam paket-paket ini tidak mengambil barang yang ada di gerai 212 Mart Cibubur.

Karena jika mengambil barang di gerai, tentu akan keteteran dikarenakan anggotanya 350 orang. Semisal, kata Rais, setiap satu orang anggota belanja Rp 1 juta dalam sebulannya, kalau produknya digunakan untuk paket, tentu yang belanja bulanan itu akan kehabisan. ”Kalau satu anggota saja belanja Rp 1 juta perbulan, maka omzet didapat Rp 350 juta perbulannya,” ujarnya.

Selain paket belanja, pihaknya juga akan bikir orde belanja setiap bulannya untuk para anggota. Bahkan Rais mengaku pengurus sudah membuat list daftar kebutuhan pokok para anggota. Dan, sekitar 100 anggota keluarga sudah terlist daftar kebutuhan pokoknya, siap order saban bulan ke 212 Mart ini.

”Banyak sekali ibu-ibu jamaah masjid yang telepon, pesan barang kebutuhan pokok dan minta dianter. Ada yang Rp 1 juta, dan Rp 5 juta. Ini sudah mulai. Kedepan, saya minta Hydro ada stok barang yang bukan di gerai. Karena yang digerai itu khusus yang belanja datang,” kata Rais.

Apalagi, sebut dia, lokasi gerai 212 Mart Cibubur ini sangat strategis berada di arus keramaian lalu lintas setiap harinya. Maka dipastikan yang belanja di gerai ini tidak hanya anggota tapi juga yang bukan anggota. ”Alhamdulillah omzet 212 Mart Cibubur, saat GO mencapai Rp 68 juta. Omzet harinya juga stabil,” kata Rais.

Terkait dengan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), 212 Mart Cibubur berkomitmen memfasilitasi produksi para pengusaha Muslim tersebut. Seperti saat pembukaan, puluhan produk UMKM sudah dipasarkan di gerai islami besutan KS 212 Pusat. Di antaranya, roti berlabel Sya’ri produksi pengusaha Muslim yang juga anggota komunitas KS 212 Cibubur. Juga bumbu pecel kacang dan lainnya.

”Tujuan utama 212 Mart itu kan untuk memberdayaan ekomomi umat. Kami merangkul UMKM dari anggota yang selama ini kesulitan dalam pemasaran produknya. Insha Allah kebangkitan ekonomi umat akan terwujud,” jelas Ketua Koperasi Sejahtera Bersama Cibubur ini.

Ukhuwah dan Pemberdayaan
Kembali Rais menegaskan, bahwa 212 Mart ini berkah dari Allah SWT dengan semangat 212 Aksi Bela Islam menyatunya 7 juta umat Muslim di Monas, pada 2 Desember 2016 lalu. Namun sekarang kita rubah, kata dia, bukan hanya bela Islam, karena membela agama sudah menjadi keharusan. Kini, kita dighirahkan dengan semangat 212 untuk memperkuat ekonomi umat Muslim.

”Kuatnya Ukhuwah Islamiyah itu tidak berdasarkan semangat saja, tapi ketika ekonominya kita itu lebih sejahtera. Makanya, 212 Mart ini kita harus kembangkan sehingga kedaulatan ekonomi umat bisa terwujud,” tegas Rais.

Apalagi, sebut dia, Walikota Jakarta Timur, Bambang Muryawardana mendukung 212 Mart Cibubur ini karena sifatnya memiliki tujuan pemberdayaan umat. Dukungan walikota ini tentunya, kata Rais, adalah semangat bagi pengurus komunitas untuk terus berjuang mewujudkan kebangkitan ekonomi umat Muslim, terkhusus di wilayah Cibubur.

Rais bersyukur dalam waktu empat bulan, gerai 212 Mart Cibubur ini bisa diresmikan. Dia pun berharap kedepan akan diresmikan lagi gerai berbasis islami ini. Mengingat kata Rais, di kelurahan Cibubur ini terdapat 14 RW, sehingga potensinya masih banyak dan diharapkan kedepan akan hadir 7 gerai 212 Mart di Cibubur ini.

Untuk membangun komitmen belanja, Rais dan pengurus terus mengedukasi para anggota untuk belanja di tokonya milik sendiri. 212 Mart Cibubur ini kata Rais, gerai milik umat, dari umat, oleh umat, dan untuk umat. Maka komitmen belanja di gerai ini harus dijaga jangan sampai pudar. Maka itu, anggota diharapkan belanja di gerai ini. Sebab, kata Rais, kalau sekedar menjadi anggota lalu investasi tetapi tidak belanja di gerai miliknya tidak ada gunanya.

Toko Milik Sendiri
”Setiap anggota, kita edukasi bahwa gerai dan koperasi ini milik dia bukan orang lain. Jadi komitmen belanja di gerai sendiri. Kalau Anda suka investasi saja terus mengharapkan hasil. Itu beda. Ini koperasi kekuatannya anggota digabungkan dengan semangat 212 dalam upaya membangkitkan ekonomi umat,” ungkap Rais.

Edukasi, lanjut dia, akan terus ditingkatkan karena semangat koperasi ini yang diajarkan pendiri bangsa Indonesia yaitu Bung Hatta. Hanya saja, kata Rais, yang membuat umat Muslim semangat adalah 212 Aksi Bela Islam. Padahal selama ini banyak koperasi yang tutup, itu karena pola managemennya bersifat simpan pinjam. Berbeda dengan koperasi berbasis jamaah dengan semangat 212.

”Seorang Muslim pasti akan terpanggil, saat agamanya dinistakan surat Al Maidah 51. Kalau tidak terpanggil tanda tanya dong agama kita? Coba bayangkan, umat Islam bersatu. Mungkin tanda kutip orang beriman tapi nggak pernah shalat, tapi ketika agamanya dikutik terpanggil juga hatinya. Artinya, agama kekuatan meskipun belum menjalankan syariat. 212 itu sebagai pemacu semangat ghirah,” tuturnya.

Kedua, jelas dia lagi, koperasi berbasis jamaah ini sifatnya membantu ekonomi sama rata tidak ada istilah paling unggul atau berkuasa. Azas koperasi itu sangat luar biasa dipadukan dengan semangat 212. ”Dalam mewujudkan 212 Mart Cibubur ini, kami mengandeng 16 Dewan Keluarga Masjid (DKM),” pungkas Rais.

Shortlink:

Terkait