Mari Bersatu dalam Gerakan Ekonomi Umat!

Koperasi Syariah 212 ini murni gerakan umat untuk kebangkitan ekonomi umat, tidak partisan.

Memang, Koperasi Syariah 212 didirikan terinspirasi dari gerakan umat pada aksi bela Islam ke-3 atau yang lebih dikenal sebagai Aksi 212. Banyak yang menganggap, aksi tersebut adalah momentum kebangkitan umat Islam. Aksi untuk menegakkan keadilan hukum di negeri ini. Aksi berjalan damai dan dihadiri oleh tak kurang dari tujuh juta orang dari seluruh Indonesia.

Pasca aksi tersebut, para tokoh Nasional menyadari potensi gerakan umat ini, untuk diteruskan dalam gerakan ekonomi. Maka, didirikanlah Koperasi Syariah 212 (KS 212).

Ahmad Juliandi Bachtiar, Pengurus Komunitas KS 212 Bekasi 7, mengatakan kepada Koperasi Syariah 212, “Kapal induk ini memerlukan energi yang lebih besar lagi untuk beroperasi. Diharapkan, umat yang terpicu dengan ghirah Islam itu bisa menghimpun dirinya di dalam KS 212 Nasional maupun gerakan-gerakan ekonomi Islam yang lainnya”.

Inilah yang memicu pengusaha ini untuk menginisiasi 212 Mart di Bekasi Timur. Menurutnya tujuannya adalah satu. Semangat 212 yang fenomenal adalah energi yang harus dikonversi menjadi gerakan ekonomi umat. Sebagai pusat gerakan, memang ada di Koperasi Syariah 212-nya.

Jika ada yang menganggap, 212 Mart memiliki afiliasi politik dengan partai atau pihak tertentu, menurut Jualiandi, adalah salah. Koperasi Syariah 212 adalah konversi dari gerakan umat pada 212. “Kami tidak punya afiliasi politik manapun baik ke organisasi tertentu misalnya apakah itu FPI atau misalkan HTI atau juga partai politik. Kami menjaga momentum aksi 212”, kata Juliandi.

Menurut Juliandi, yang sudah berinvestasi di 212 Mart, melalui Koperasi Patriot Taman Sejahtera dan Koperasi Jatimas, yang sudah menjadi anggota ada sekitar 300 orang. Juliandi berharap, anggota bertambah menjadi 300 – 450 untuk di masing masing 212 Mart. Memang, harapannya sebanyak mungkin 212 Mart bisa dibangun.

Juliandi mengimbau umat Muslim untuk bergabung dalam gerakan Islam. Selama dia umat Islam dan concerned pada kebangkitan ekonomi umat, misalnya jamaah masjid, sebaiknya bergabung dalam gerakan umat ini. “Mari kita bersama-sama berhimpun dalam pergerakan ekonomi umat Islam yang lebih baik”, kata Juliandi menegaskan.

Shortlink:

Terkait