Aa Gym Ajak Jihad Melawan Corona

Tinggal di rumah lebih baik di saat wabah menyerang.

Tokoh agama dari Kota Bandung Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym mengimbau kepada masyarakat di Indonesia khususnya di Jawa Barat, untuk berjihad melawan penyebaran virus ini. “Kata kuncinya sederhana. Ayo kita jihad dengan memotong sekecil apapun peluang terjadinya penularan,” ujar Aa Gym, Kamis (19/3).

1. Jangan banyak keluar rumah dan hindari kerumunan
Dia berharap setiap masyarakat bisa memperbanyak aktivitas di rumah kecuali ada hal darurat yang tidak bisa dihindari. Kemudian minimalisir sentuhan dengan orang lain dan jaga jarak agar virus yang ada di sekitar kita tidak menular.

“Sering-sering cuci tangan dan tidak menyentuh wajah. Dan yang paling penting dekati Allah karena virus itu bisa hilang karena izin Allah,” papar Aa Gym.

2. Terkait aturan ibadah, Aa Gym minta umat muslim ikuti aturan pemerintah dan ulama
Saat ini banyak pihak yang tidak sepakat untuk meniadakan Salat Jumat seperti imbauan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Meski ada yang sudah memastikan tidak akan ada ibadah itu dalam beberapa pekan ke depan, tapi ada juga masjid besar yang tetap bakal melaksanakan.

Aa Gym menuturkan, sebaiknya umat muslim tidak banyak melakukan kontak dengan orang lain karena ini bisa berbahaya dalam penyebaran COVID-19. Termasuk untuk ibadah di masjid seperti salat jumat dan ibadah salat lima waktu, dia meminta semuanya kompak mengikuti aturan pemerintah dan alim ulama.

“Kita harus bersama-sama kompak menghadapi badai ini sehingga ga sampai ada kerusakan besar,” paparnya.

3. Fatwa ulama dikeluarkan dari mereka yang mengerti kondisi sekarang
Menurut Aa Gym, atas polemik ini masyarakat bisa meminta informasi kepada mereka yang paling paham dengan kondisi sekarang. Di mana ada zona tertentu yang memang diharapkan tidak banyak didatangi orang untuk saat ini.

“Patuhi saja fatwa ulama yang sangat mengerti permasalahan dan sangat bertanggung jawab atas kemaslahatan umat,” kata dia.

4. Sudah mulai membiasakan salat di rumah
Aa pun, lanjutnya, saat ini mulai tidak ragu untuk melaksanakan salat di rumah dan tidak berjamaah. Ini bukan merupakan keinginan dari hati, tapi melihat situasi memang selayaknya melakukan hal tersebut.

“Menghilangkan peluang kemudaratan lebih utama dibanding yang datangkan kemaslahatan,” ujarnya.

Dengan demikian tidak salah ketika warga muslim harus mengisolasi diri dengan beribadah sendiri atau bisa di masjid yang sifatnya homogen, tidak didatangi orang dari luar.

Terkait

Shortlink: