KitaMart dan 212Mart Bojong Kulur adalah Saudara

Mengembangkan minimarket berbasis Islam itu ibarat strategi perang semut. Yang satu digoyang, satunya bisa gigit.

Setelah sukses mendirikan KitaMart, kini Koperasi Sejahtera Bersama Syariah (SBS) Bojong Kulur, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, menghadirkan 212Mart, pada Sabtu (6/8) lalu.

Pendirian Kita Mart dan 212 Mart ini berkat berjamaahnya umat Muslim Bojong Kulur yang bergabung dalam komunitas Koperasi Syariah 212.  Menggunakan kendaraan, badan hokum Koperasi SBS, mereka pun menggelorakan semangat kebangkitan ekonomi umat dengan mendirikan Kita Mart dan 212 Mart.

“KitaMart dan 212Mart itu saudara, berada di bawah naungan Koperasi SBS. Hadirnya kedua toko berbasis Islami ini agar masyarakat Bojong Kulur tahu bahwa Kita Mart dan 212Mart adalah sama,” ujar General Manager Kita Mart dan 212Mart Bojong Kulur, Puarman Kahar.

Puarman mengibaratkan pengembangan mini market berbasis Islam di Bojong Kulur itu seperti strategi perang. Menurutnya, kalau kita hanya satu brand, ibarat strategi gajah. Kalau ditembak satu gajah, akan mati semua gajahnya. Tapi kalau banyak brand, seperti KitaMart, 212Mart, SodaqoMart, HalalMart, dan lainnya, lebih aman.

”Nah, itu kami pakai strategi semut. Kalau satu di antara kami digoyang, yang satu bisa menggigit. Dua digempur, yang tiga bisa masih berkembang. Jadi, kalau kita bisa saling menguatkan bangkitkan ekonomi umat,” ungkap Puarman.

Puarman menjelaskan, awal mendirikan KitaMart pada 16 April 2017 lalu dengan jumlah investor menncapai 520 orang. Kini seiring waktu telah berjumlah 1000 orang dan berkomitmen mendirikan 212Mart. Di mana setiap anggota Komunitas KS 212 Bojong Kulur akan mendapatkan kartu yang ada dua logonya yaitu KitaMart dan 212Mart. Logo ini untuk mempermudah mereka belanja pembuktian sebagai anggota yang tentunya akan mendapatkan benefit dalam model sharing economy ini.

Dalam penyertaan modal mendirikan 212Mart Bojong Kulur ini, tentu ada perbedaan. Pada KitaMart, investor diperbolehkan penyertaan modalnya sebesar Rp 1 juta perorang tidak boleh lebih, dan juga tidak boleh suami-istri. Namun, untuk 212Mart ini, penyertaan modal hingga Rp 5 juta pun diperbolehkan, begitu juga suami istri boleh ikut serta berinvestasi.

Menurutnya, target lima untuk mendirikan minimarket Islami tetap akan diwujudkan. Dan, kini Bojong Kulur telah memiliki dua yaitu KitaMart dan 212Mart. Namun dalam strageti bisnis, kata Puarman, setelah sukses mendirikan dua minimarket dengan dua brand. Maka ketiga akan membuat aplikasi delivery service berbasis Android.

”Kami sedang siapkan aplikasinya. Jadi, nanti masyarakat Bojong Kulur dan sekitarnya termasuk warga Kota Wisata bisa belanja di toko kami pakai aplikasi Android ini. Nah, barang-barangnya diambil dari KitaMart dan 212Mart,” jelas Puarman.

Oleh karena itu, Puarman berharap ke depannya persediaan jumlah barang bisa tercukupi seperti si merah dan si biru. Sehingga orang tidak ada alasannya lagi beralih belanja ke si merah dan si biru, karena semuanya sudah tersedia lengkap di KitaMart dan 212Mart.

Terkait