Koperasi Syariah 212 itu Saham Umat Islam

Gerakan ekonomi secara berjamaah akan menjadi kekuatan besar bagi kebangkitan ekonomi umat Muslim Indonesia.

Wakil Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI, Munifah Syanwani mendukung Koperasi Syariah 212 yang merupakan gerakan ekonomi umat secara berjamaah. Menurutnya, dengan adanya kebersamaan atau berjamaah dari umat dalam upaya mendorong kebangkitkan ekonomi umat Muslim di Indonesia, seperti telah lahir Koperasi Syariah 212, ini menjadi kekuatan besar.

“Koperasi Syariah 212 itu saham umat Islam dalam menggerakkan roda kebangkitan ekonomi umat,” ujar Munifah kepada Koperasi Syariah 212 ditemui di sela-sela Kongres Ekonomi Umat di Hotel Grand Sahid, Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurutnya, siapapun umat yang merasa menginvestasikan sahamnya meski sekecil apapun akan merasa memiliki Koperasi Syariah 212. Apalagi dalam pengembangannya, Koperasi Syariah 212 ini menyasar berbagai program seperti sektor riil dan lainnya.

Ketika sektor riil atau usaha yang digagasnya sudah besar, kata Munifah, maka bisa menjadi sel-sel yang menular ke masyarakat, bahkan bisa menjadi milik individu. Kenapa menjadi milik individu? Munifah mencontohkan, Indomaret dan Alfamaret.

Menurutnya, mini market yang disebutkan itu sebetulnya bukan corporate yang indivual, tapi mereka berjamaah secara konvensional. Sehingga tidaklan benar kalau kita beranggapan bahwa perusahaan mereka itu seolah-olah bersaing padahal bisa jadi satu manajemen.

“Nah itu yang sebenarnya harus kita pelajari untuk meningkatkan ekonomi umat Muslim di Indonesia. Ayo berlomba-lomba, gigih dan bersemangat,” ujar Munifah yang juga sebagai Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI).

Munifah juga mengapresiasikan dengan telah didirikannya KITAMart besutan Koperasi Syariah 212. “KITAMart itu bagus sebagai gerakan umat di sektor riil. Mini market Islami ini harus dikelola dengan amanah dan profesional,” tegasnya.

Kembali Munifah menegaskan, Koperasi Syariah 212 juga harus dikelola dengan profesional dengan mengutamakan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, jujur dan amanah.

”Koperasi Syariah 212 ini, harus ditopang dengan SDM berkualitas, jujur dan amanah, bukan hanya pengurusnya rajin beribadah tapi dia profesionalisme. Insya Allah Koperasi Syariah 212 berkembang,” pungkasnya.

Terkait