Antusias, Banda Aceh Gabung Koperasi Syariah 212

Umat Muslim Banda Aceh yang gabung Koperasi Syariah 212 diperkirakan mencapai 600-700 orang.

Menurut Dewan Pengawas Operasional Koperasi Syariah 212 Banda Aceh Putra Chamsah, ekonomi sesuai prinsip syariah itu sebetulnya menjadi kebutuhan umat Muslim, tinggal bagaimana ada moment kebangkitan ekonomi umat. Kebutuhan Muslim akan produk halal ini misalnya sangatlah dipahami. Berapa banyak masyarakat Muslim butuh Jaminan Produk Halal (JPH), tapi mereka tidak bisa mendapatkannya.

Putra menegaskan, semakin besar pemahaman keagamaan seseorang, maka semakin besar kesadaran akan kebutuhan produk halal, itulah salah satu contohnya.

Setelah Aksi Super Damai 212, para habib, ulama, dan dewan pakar ekonomi syariah memikirkan kebangkitan ekonomi umat di Indonesia yakni dengan membentuk Koperasi Syariah 212.

“Koperasi Syariah 212 ini momen kebangkitan ekonomi umat setelah sebelumnya ada pendirian bank syariah oleh Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) pada 20 tahun yang lalu,” ujar Putra kepada MySharing ditemui di sela-sela Workshop Komunitas Koperasi Syariah 212 di Hotel Amazing Kutaraja, Jakarta, Jumat pekan lalu.

Terbentuknya Koperasi Syariah 212 ini menurut Putra sangat dinantikan oleh kaum Muslimin di Indonesia. “Di Aceh, kita sosialisasikan Koperasi Syariah 212 ini mendapat respon dan dukungan yang sangat bagus dari masyarakat. Tinggal sekarang ini bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat Muslim agar mengambil kesempatan berjuang bersama-sama membangkitkan ekonomi umat Muslim Indonesia ini,” tegas Putra.

Menurut Putra, dukungan terhadap Koperasi Syariah 212 ini tidak hanya di Aceh namun sudah menyebar ke kota-kota di seluruh provinsi Indonesia. Di setiap kota sudah terbentuk komunitas Koperasi Syariah 212 yang sudah mendaftar ketika di Sentul Bogor, Jawa Barat, belum lama ini. Dalam pertemuan itu, dan bahkan media sosial (medsos), sharing pun kerap dilontarkan antara komunitas terkait Koperasi Syariah 212 ini. Begitu juga dengan pengurus pusat Koperasi Syariah 212.

”Alhamdulilah Banda Aceh bisa masuk gelombang pertama pendaftaran Koperasi Syariah 212. Dua bulan sudah kami jalankan, itu respon masyarakat cukup bagus. Ini kita lihat dari beberapakali sosialisasi di masjid-masjid dan majelis taklim, masyarakat sangat antusias,” ujar Putra.

Hanya saja, tegas Putra, mengalami kendala di lapangan karena memang Koperasi Syariah 212 ini baru . Misalnya, menyangkut dengan pendaftaran karena terpusat di Jakarta dan tidak ada pendaftaran manual secara tidak online di daerah-daerah, sehingga hanya orang-orang yang paham pendaftaran online ini yang bisa mendaftar.

“Sementara banyak ibu-ibu pengajian, bapak-bapak dan masyarakat yang antusias tapi mereka tidak melek IT. Ini yang harus dicari solusinya,” ujar Putra.

Namun demikian, Putra optimis, mengingat Koperasi Syariah 212 dipimpin oleh pakar-pakar ekonomi syariah, solusi itu pasti terjawab lewat workshop Komunitas Koperasi Syariah 212 ini.

Putra menyakini jika seluruh komunitas Koperasi Syariah 212 bergerak bersama-sama satukan langkah, kebangkitan ekonomi umat Muslim Indonesia akan terwujud. “Informasi terakhir yang saya dapatkan, bahwa jamaah sudah mencapai 15 ribu orang lebih yang gabung dengan Koperasi Syariah 212. Ini bukti nyata bahwa masyarakat merespon dengan baik gerakan ini,” ujar Putra.

Menurutnya, Banda Aceh sendiri, jamaah yang gabung dengan Koperasi Syariah 212 sudah banyak sekali. Hal ini terpantau dari beberapa kunjungan pengurus komunitas Koperasi Syariah 212 Banda Aceh.

Ternyata, kata Putra, di satu masjid contohnya, sudah ada satu kelompok sendiri jumlahnya 20 orang, dan mereka sudah daftar Koperasi Syariah 212 secara online ke pusat.

“Yang terdata baru sekitar 200-an orang, tapi kami yakin di luar itu yang belum terdata bisa mencapai 600-700 orang. Mereka itu sudah daftar Koperasi Syariah 212, tapi belum terdata oleh kami,” ujar Putra.

Terkait