212 Mart Hang Tuah Icon Umat Muslim Batam

Gerai 212 Mart Hang Tuah Batam sukses didirikan, Konsumennya tak hanya umat Muslim penghuni Perum Taman Hang Tuah tapi dari seluruh penjuru Batam.

Puluhan karangan bunga bertuliskan ’Selamat Atas Diremiskan 212 Mart Hang Tuah Batam’ menghiasi sisi kanan dan kiri jalan komplek Perumahan Taman Hang Tuah. Yakni lokasi gerai 212 Mart Hang Tuah Batam tersebut berada, tepatnya di Perumahan Taman Hang Tuah Blok A2 No.10 Batam Centre, Batam Kepulauan Riau.

”Alhamdulillah ghirahnya sangat luar biasa ditandai dengan karangan bunga dari berbagai instansi, ada dari anggota DPR. Jumlahnya 80-an karangan bunga warnai grand opening (GO) 212 Mart Hang Tuah Batam pada Minggu, 4 Februari 2018,” ungkap Wakil Ketua Komunitas Koperasi Syariah 212 Batam I, Suryanto kepada Koperasi Syariah 212, dihubungi Selasa (6/2).

Adapun yang meresmikan 212 Mart Hang Tuah Batam ini adalah Direktur Eksekutif KS 212 Pusat, Ahmad Juwaini dan Ustad Didin Hafidhuddin.

Omzet Stabil Rp 10 Jutaan
Yanto demikian panggilan akrabnya merasa bersyukur gerai 212 Mart Hang Tuah Batam yang diimpikan umat Muslim Batam terwujud didirikan. Bahkan jelas, 212 Mart Hang Tuah Batam ini sebenarnya sudah  shop opening pada Minggu, 21 Januari 2018 dengan sukses membubuhkan omzet di angka Rp 19 juta. Begitu pula pada hari-hari berikutnya omzet stabil di kisaran Rp 7 juta-Rp 8 juta. Seminggu menjelang GO, omzetnya melambung hingga Rp 10 jutaan saban harinya.

”Alhamdulillah saat GO, 212 Mart Hang Tuah Batam mencapai Rp 35 juta, dan omzet harian stabil di angka Rp 10 jutaan,” kata Yanto.

Dalam pengembangan, produk Usaha Kecil Menengah (UKM) daripada anggota difasilitasi untuk dipasarkan di gerai 212 Mart Hang Tuah Batam ini. Bahkan, kata Yanto, gerainya menyiapkan satu rak khusus produk UKM. ”Ada 30an lebih produk UKM yang dipasarkan di gerai ini, kualitas bagus dan progresnya juga,” ujarnya.

212 Mart Hang Tuah Batam ini berada di bawah payung hukum Koperasi Makmur Bersama Taman Hang Tuah dengan ketuanya adalah Suyanto. Kini, jelas Yanto, anggota yang tercatat bergabung mendirikan 212 Mart ini sebanyak 225 orang dengan dana investasi perorangnya kisaran Rp 500 ribu sampai Rp 20 juta. Dana yang terkumpul sebesar Rp 670 jutaan, hingga kemudian sukses mendirikan 212 Mart Hang Tuah Batam ini.

Proses Selalu Dimudahkan Allah SWT
Ditegaskan Yanto, bahwa ghirah umat Muslim Batam bermula dari Aksi Bela Islam atau Aksi 212 di Monumen Nasional (Monas) pada 2 Desember 2016 lalu.  Umat Muslim Batam bergabung dengan Aliansi Umat Islam, dan kebetulan kini ketuanya aliniansinya gabung dengan komunitas KS 212 Batam I.  ”Saat Aksi 212, sebanyak 1000 umat Muslim Batam berangkat ke Monas,” ujarnya.

Sejak itulah, kata Yanto, ghirah umat Muslim Batam terus berkobar. Dan begitu mendapat informasi tentang KS 212 Pusat pergerakan untuk membangkitkan ekonomi umat di Batam terus melaju. Bahkan, sebut dia, di Batam itu sudah terbentuk komunitas-komunitas KS 212 hanya saja buntu karena belum tahu apa yang harus dilakukan. Atau mungkin karena komunikasi dengan KS 212 Pusat juga saat itu tidak terlalu lancar.

”Alhamdulillah, saya diajak teman saya yang komunitas KS 212 di Turki yaitu Bank Azril Nazar, ke acara KS 212 Pusat di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Juli 2017,” kata Yanto.

Jujur, kata Yanto, dirinya merasa belum paham dengan KS 212 secara detail. Ketika berkunjung ke Sentul itulah, dia pun berdiskusi dengan Manager Bisnis KS 212 Pusat, Han Anwar dan Direktur Eksekutif KS 212 Pusat, Ahmad Juwaini. Dari diskusi itu, Yanto mendapatkan banyak ilmu dan wawasan tentang KS 212 dan 212 Mart.

Bahkan Yanto juga mengaku, dirinya seketika itu pula meminta izin kepada KS 212 Pusat untuk mensosialisasikan 212 Mart ini atau gerakan kebangkitan ekonomi umat. ”Saya mohon izin kepada Pak Han dan Pak Ahmad untuk menyosialisasikan 212 Mart kepada umat Muslim di Batam dan Kepri karena memang belum terdengar. Jadi saya mohon izin untuk bergerak,” imbuhnya.

Begitu sampai di Batam, Yanto mencoba menghubungi teman-temannya terutama dari Aliansi Umat Islam. Yang kemudian oleh Ketuanya dipertemukan dengan umat Muslim yang sebelumnya memang sudah bergerak tapi membeku. Akhinrya bergabung menjadi kekuatan untuk membangkitkan ekonomi umat.

Yanto merasa bersyukur setelah  komunikasi dengan KS 212 Pusat, berjalan lancar. Dan setiap ada masalah, dia selalu komunikasi dengan Pak Han. Hingga akhirnya kemudahan itu sedikit demi sedikit terbuka hingga terwujud 212 Mart Hang Tuah Batam ini.

Kembali dia menyampaikan, bahwa proses mendirikan 212 Mart Hang Tuah Batam itu sekitar tiga bulan dengan mengencarkan koordinasi. Namun demikian, Yanto mengaku saat berjalan itu dirinya masih meraba-raba karena arahan dari pusat dirasa masih kurang maksimal terkait mendirikan 212 Mart itu. Mengingat KS 212 Pusat mengatakan harus mandiri.

”Ternyata di akhir-akhir itu Pak Han bilang katanya harus mandiri. Saya pikir tugas kami di daerah itu hanya mengumpulkan umat dan duit, Kita setor ke pusat, lalu pusat yang turun tangan, ternyata pusat itu disuruh mandiri.

Beda halnya dengan jabodetabek yang dilayani Hydro. Tapi untuk daerah disarankan untuk mandiri. ”Iya itu yang kami tidak tahu. Mayoritas sepertinya teman-teman daerah nggak tahu. Jadi mungkin masukan juga untuk disampaikan dari pusat menginformasikan biar lebih gamplang,” kata Yanto.

Namun lagi-lagi Yanto bersyukur karena KS 212 Pusat mengarahkan untuk mencari konsultan ritel. Dirinya pun browsing di internet mencari konsultan ritel. Hingga akhirnya didapat satu konsultan ritel yang sevisi namanya Konsultan Maritel Mart.

”Alhamdulillah ternyata personil konsultan Maritel Man itu kenal sama Pak Han Anwar. Jalannya dimudahkan oleh Allah SWT, akhirnya kita bekerjasama dengan konsultan ritel tersebut,” kata Yanto.

Menurut Yanto, sebagian besar pengurus komunitas KS 212 Batam I ini adalah pengusaha. Jadi kalau bicara ekonomi tentu bukan ekonomi sesaat. Sehingga berbagai program  memajukan secara umum kebangkitan ekonomi umat sudah dalam agendanya. “Gimana caranya, inshaAllah kita punya program yang bisa kita eksekusi di waktu mendatang,” ucapnya

Dirikan 212 Mart di Setiap Cluster
Terkait komunitas, dia pun menjelaskan, sebelum membentuk komunitas yang sekarang, di Batam itu banyak sekali komunitas-komunitas yang kecil-kecil, Mereka tidak semuanya mau bergabung, karena tetap ada fraksi-fraksi sama dengan daerah lain. Akhirnya KS 212 Pusat mensyahkan tiga komunitas yaitu Komunitas KS 212 Batam I, Komunitas KS 212 Batam II, dan Komunitas KS 212 Batam III.

“Secara formil di komunitas kami itu efektif sekitar 3 bulan langsung mendirikan 212 Mart Hang Tuah Batam,” ucap Yanto yang juga menjabat sebagai Ketua Bagian Pengembangan 212 Mart Hang Tuah Batam.

Kembali Yanto menyampaikan, bahwa ghirah umat Muslim itu semakin berkobar sebenarnya terlihat sejak soft opening 212 Mart Hang Tuah Batam. Bahkan menjadi viral di media sosial (medsos), benar-benar luar biasa ghirahnya.

Bahkan, sebut dia, banyak komunitas dari daerah yang ingin bertemu pengurus komunitas KS 212 Batam I untuk berdiskusi tentang 212 Mart. Yanto dan pengurus lainnya, menyambut dengan hati lapang mempersilahkan para komunitas tersebut bertandang ke gerai 212 Mart Hang Tuah untuk bersilaturahmi.

“Jadi, setiap Sabtu bada Asar, kita agendakan terima tamu dari komunitas-komunitas  yang ingin bergabung. Jadi mudah-mudahan ke depannya khususnya Batam I segera dirikan beberapa gerai 212 Mart,” kata Yanto.

Karena menurut dia, sudah banyak sekali tempat yang siap begitu juga barang-barangnya. Tinggal pihaknya membantu proses teknisnya agar lebih cepat pergerakannya.

Yanto pun mengarahkan kepada teman-teman umat Muslim mengingat di Batam ini model ekonomi sosial masyarakatnya berbeda dengan daerah lain, misalnya Jakarta.

“Di Batam itu, umat lebih terkonsentrasi di perumahan-perumahan. Satu cluster minimal 500 unit rumah. Jadi saya arahkan teman-teman Muslim untuk membuat 212 Mart di cluster-cluster perumahan. Satu perumahan satu 212 Mart kan keren,” kata Yanto.

Seperti halnya, jelas dia, 212 Mart Hang Tuah Batam ini bisa menjadi contoh bagi umat Muslim lainnya yang hendak mendirikan gerai islami besutan KS 212 Pusat ini. Menurut Yanto, hadirnya 212 Mart di Perum Taman Hang Tuah, animonya sangat luar biasa. Jumlah perumahan itu tercatat 400 penghuni. Yang terinci 300 orang adalah umat Muslim, sedangkan yang menjadi anggota aktif sekitar 80-an.

“Tapi hampir semua umat Islam di Perum Taman Hang Tuah itu belanja di gerai 212 Mart ini. Itu yang kita berikan contoh kepada teman-teman di komplek lain,” ungkapnya.

Target 20 Gerai 212 Mart
Disampaikan Yanto, 212 Mart Hang Tuah Batam ini berhadapan dengan si Merah dan si Biru. Yakni, sekitar radius kurang dari 100 meter dari gerai 212 Mart Hang Tuah Batam adalah Indomaret. Sedangkan radius sekitar 100 meter adalah Alfamart.

”Insha Allah kita optimis. Karena gerai 212 Mart ini  memfasilitasi umat Muslim yang pengen punya usaha sendiri. Bukan untuk bersaing dengan mereka. Karena kalau bersaing itu nanti bahasannya masuk ranah politik,” tegas Yanto.

Ketua Koperasi Makmur Bersama Taman Hang Tuah menyakini kalau sejak awal ghirah umat Muslim Batam sangat tinggi. Terbukti mereka mengajak teman-temannya sesama Muslim di komplek lain untuk belanja di gerai 212 Mart Hang Tuah Batam. ”Jadi penjuru Batam sekarang ini umat Muslim belanja di gerai 212 Mart ini, nggak Cuma warga Perum Taman Hang Tuah saja,’ ungkap Yanto.

212 Mart Icon Umat Islam
Dengan telah banyaknya berdiri 212 Mart di Indonesia, Yanto berharap izzah umat Muslim terangkat. Karena menurutnya, selama ini umat Muslim hanya bangga sebagai konsumen. Jadi dengan hadirnya 212 Mart ini mudah-mudahan mata umat Muslim itu bisa terbuka. ”Bahwa umat Muslim mampu, kuat, dan tidak bisa didikte lagi. Untuk Batam tahun 2018 ini, kami targetkan 20 gerai 212 Mart berdiri,” tegas dia.

Di Kepulauan Riau baru ada satu gerai 212 Mart yang hadir yaitu 212 Mart Hang Tuah Batam. Yanto bersama pengurus lainnya terus bergerak untuk menyosialisasikan 212 Mart ini sehingga gerai berbasis islami ini bisa terus bertumbuh tidak hanya di Batam tapi juga di daerah lainnya di Kepulauan Riau.

Belum lama ini, Yanto pun telah menyosialisasi 212 Mart di Tanjung Uban Kecamatan Bintan. “ Alhamdulilah sudah terbentuk komunitasnya, kalau nggak salah dalam pekan depan ada jadwal GO 212 Mart Bintan,” ujarnya.

Pada 18 Februari 2018 mendatang,  Yanto bersama pengurus lainnya akan berkunjung ke Karimun memenuhi undangan untuk menyosialisasikan 212 Mart kepada umat Muslim di sana.  Jadi intinya menurut Yanto, pihaknya bergerak bukan hanya di Batam, harapannya di seluruh Kepulauan Riau. ”212 Mart ini harus menjadi icon umat Islam,” pungkas Yanto.

Shortlink:

Terkait