212 Mart Ciracas Komitmen Majukan UMKM

Kalau Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) maju, otomatis komunitas juga maju ekonominya bisa membantu keluarga.

212 Mart Ciracas telah diresmikan pada Sabtu, 6 Januari 2018. Lokasi mini mart berbasis islami ini di JL.Raya Centex RT 006/010 No.11 Ciracas, Jakarta Timur.

Di sepanjang jalan tersebut si Merah dan si Biru bertumbuh. Bahkan, sekitar 100 meter dari gerai 212 Mart Ciracas, toko Alpamidi dalam proses pembangunan.

“Gerai kami beda, ghirahnya berjamaah, amanah dan izzah. Alhamdulillah grand opening (GO) 212 Mart 212 Mart Ciracas sukses,” kata Ketua Komunitas Koperasi Syariah 212 Ciracas, Ade Irma Suryani Batubara kepada Koperasi Syariah 212, dihubungi Senin (8/1).

Disampaikan Ade, 212 Mart Ciracas ini berada di bawah payung hukum PT Annur Berkah Mandiri. Jumlah anggota tercatat hingga GO sebanyak 170-an orang. Investasi minimal Rp 1 juta perorang.

Namun, kata Ade, karena sistemnya PT, maka pihaknya berkonsultasi dengan KS 212 Pusat, yakni investasinya jangan lebih dari 30 persen permodalan. “Makanya, ada yang Rp 50 juta,” ujarnya.

Tapi, lanjut dia, dengan tujuan ghirah berjamaah amanah, dan izzah. Maka kalau pun masih butuh investasi untuk gerai kedua, misalnya. Pihaknya akan buat berjamaah dengan mengurangi investasi yang kecil.

Adapun kata Ade, dana yang terkumpul sebesar Rp 750 juta, digunakan untuk biaya operasional gerai 212 Mart tipe C dan sewa gedung Rp 50 juta pertahun.

Hingga kini, sebut dia, masih banyak yang mendaftar untuk menjadi anggota. Yang telepon meminta brosur maupun yang sudah mengisi brosur tapi belum mengembalikan, dan juga yang belum transfer. Kesemuanya dalam proses, tapi dipastikan mereka komitmen berjuang untuk kebangkitan ekonomi umat.

Mentaati peraturan KS 212 Pusat, 212 Mart Ciracas juga memfasilitasi produk Usaha Kecil Menengah (UKM) anggotanya. Terbukti, saat GO, puluhan produk UKM sudah dipasarkan di gerai berbasis Islami besutan KS 212 ini.

“Total omzet saat GO adalah Rp 59.200.018 terdiri dari produk reguler sebesar Rp 56.700.018 dan produk UMKM sebesar Rp 2,5 juta . Pada hari kedua, omzet diraih Rp 13 juta lebih, padahal rerata di 212Mart adalah Rp 7,5 juta per hari di luar GO,” kata Ade menjelaskan.

Ade berharap kestabilan omzet harian akan terus terjaga dengan baik. Tentu, kata dia, semua itu harus diwujudkan dengan komitmen tinggi dari jamaah atau anggota untuk belanja di tokonya sendiri.

“Saya selalu sampaikan kepada komunitas, kita harus komitmen jadi pemilik, konsumen, dan marketing gerai 212 Mart ini. Jadi mereka harus beli di gerai ini. Nggak ada lagi beli-beli ke si Merah dan si Biru,” kata Ade.

Selain itu, tambah dia, mereka juga harus mengajak tetangga yang belum menjadi anggota untuk gabung ke komunitas ini.Kalau pun mereka menolak, pergunakanlah kartu keanggotaan kita untuk dishare ke mereka biar belanja di gerai ini.

Kini, 212 Mart Ciracas telah terwujud. Ade pun berharap perekonomian umat Muslim maju. Menurutnya, jangan hanya yang maju itu si Merah dan si Biru saja, jangan juga yang kaya makin kaya.

Hadirnya 212 Mart Ciracas ini, menurut Ade, adalah mengajak semua masyarakat atau komunitas untuk membuka peluang ketrampilan mereka dalam pengembangan bisnis UMKM. Yakni dengan memasarkan produk-produknya di gerai 212 Mart Ciracas ini.

“Kita bantu UMKM. Kalau bisa omzetnya nanti 50 persen UMKM, dan 50 persen regular. Kalau UMKM maju otomatis komunitas juga maju ekonominya bisa membantu keluarga,” pungkas Ade.

Shortlink:

Terkait