Tiga Komitmen Majukan 212 Mart

Buktikan kalau Anda berkomitmen belanja buatlah standing intruction di bank masing-masing tunjukkan kepada rekening 212 Mart.

Sekertaris Koperasi Syariah 212 Pusat, Agus Siswanto mengatakan, keberhasilan dari koperasi-koperasi yang ada di luar negeri itu dibangun atas tiga komitmen.

Pertama,  harus siap menghadapi harga yang lebih mahal. Artinya, jelas Agus, anggota koperasi harus siap berkomitmen kalaulah harga di tempat toko 212 Mart  lebih mahal dibandingkan toko sebelah. Namun demikian  keuntunganya balik lagi ke kita. “Cuma numpang lewat saja mahalnya itu,” ucap Agus.

Kedua, lanjut dia, anggota harus  berkomitmen dengan pelayanan yang bisa jadi belum baik dibandingkan toko sebelah. Apapun yang terjadi ini adalah toko 212 Mart,  mari sama-sama kita berikan masukan perbaikan sehingga bisa lebih punya sayap.

Ketiga, kaitannya dengan mart yakni ketika kemudian persaingan itu akan dilakukan dengan cara banting harga. “Nah kalau sudah cara terakhir ini maka komitmen anggota koperasi benar-benar dipertaruhkan,” ujarnya.

Maka tegas dia, keberlangsungan toko 212 Mart ini hanya bisa dibangun oleh tiga komitmen. Tanpa komitmen ini maka makin lama makin redup.

Oleh karenanya di berbagai kesempatan, Agus selalu menyarankan kalau anggotanya rata-rata pengawai negeri atau swasta yang kalau dibayar perusahaan itu melalui bank. “Buktikan kalau Anda komitmen belanja  berani nggak membuat standing intruction di bank masing-masing tunjukkan kepada rekening 212 Mart,” tukasnya.

Misalnya, kata dia, yang biasa belanja Rp 1 juta atau Rp 2 juta sebulan,  perintahkan ke bank untuk memasukkan ke rekening 212 Mart setiap bulannya. Maka menurutnya, dengan cara itu para pengurus komunitas tidak perlu binggung lagi awal bulan.

“Saya yakin omzet Rp 400 juta perbulan sudah dipegang, dengan asumsi para anggota berbelanja berkomitmen paling dengan rata-rata Rp 1 juta perbulan,” katanya.

Menurutnya, kalau captain market sudah dipegang, maka tinggal open market mengandalkan jumlah lalu lintas di Jalan Raya Rawa Kalong, Tambun Bekasi, Jawa Barat.

Dengan lahan parkir terluas dibandingkan dengan toko 212 Mart lainnya, tentu ini sangat menunjang melejitnya pengunjung. Diyakini pula toko berbasis islami ini akan membanggakan dan menjadi contoh. Terlebih lagi kata Agus, 212 Mart Rawa Kalong ini memiliki keunikan bisa transaksi dengan barang bekas.

“Kebaikan dijadikan tekad membangkitkan ekonomi umat, maka  mengalirlah amal zariyah bagi seluruh anggota 212 Mart Rawa Kalong ini. Allahu Akbar,” kata Agus.

Agus berharap semoga langkah awal umat Muslim Rawa Kalong ini menjadi sebuah cita-cita untuk membangun kemandirian ekonomi umat dimasa datang.

“Bisa jadi mungkin bukan kita yang menikmati, tapi anak cucu kita. InshaAllah cerita kita hari ini akan menjadi catatan sejarah perjuangan ekonomi umat Muslim Indonesia,” pungkas Agus.

Shortlink:

Terkait