Omzet 212Mart Pesanggrahan, Stabil di Rp 10 Juta

Sedangkan gerai pertama, membukukan omzet rerata di Rp 14 Juta per hari.

Koperasi Syariah Komunitas Jakarta Selatan (KSKJS) meresmikan gerai keduanya, 212 Mart Jaksel 2 Pesanggrahan. Toko modern Islami ini diresmikan pada Minggu, 29 Januari 2018 dan beralamat di JL.H Ridi No.8 RT2/RW 3, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan (Jaksel).

Ini adalah gerai kedua yang didirikan Komunitas ini, sedangkan gerai pertama didirikan di 212 Mart Pademangan pada Minggu, 8 Oktober 2017.

“Alhamdulillah gerai kedua sudah diresmikan, atas ridho Allah SWT. Insha Allah kita siapkan gerai ketiga segera menyusul untuk diresmikan, Kita masih cari tempat tapi belum dapat yang cocok. Insah Allah mohon doanya,” kata Ketua Komunitas 212 Jaksel, Tohirin kepada Koperasi Syariah 212, dihubungi Kamis (1/2).

Omzet GO Mencapai Rp 38 Juta
Tohirin menyampaikan, pihaknya tidak mengejar omzet besar saat grand opening (GO), biarkan omzet itu mengalir secara alami. “Alhamdulillah omzet saat GO 212 Mart Jaksel 2 Pesanggrahan mencapai Rp 38 juta. Penjualan omzet setiap harinya pun tetap stabil di kisaran angka Rp 10 juta lebih,” ujar dia.

Kisaran omzet Rp 10 juta lebih tersebut gabungan produk reguler dan UMKM. Dalam ukuran omzet, Tohirin kembali menegaskan, pihaknya akan terus mengingatkan anggota untuk komitmen belanja di gerai miliknya sendiri. Sehingga kestabilan omzet tersebut benar-benar lahir dari kekuatan anggota.

“Alhamdulillah sejak GO, omzetnya stabil. Saya selalu katakan, 212 Mart ini harus sehat sejak lahir satu bulan pertama. Jadi ketika lahir itu benar-benar diperhitungkan harus sehat,” katanya.

Begitu pula untuk gerai pertama yaitu 212 Mar Pademangan, omzet hariannya juga stabil membukukan kisaran Rp 14 juta gabungan produk regular dan UMKM.

Anggota Masih Wait and See
Tohirin menyakini jika seluruh anggota komitmen belanja di gerainya sendiri, omzet gerai setiap harinya akan lebih meningkat. Karena menurutnya, kisaran omzet harian yang didapatnya itu belum dari keseluruhan anggota yang datang belanja. Karena beberapa anggota masih menunda belanja di tokonya sendiri. Maka itu, Tohirin bersama pengurus lainnya akan terus mendorong dan mengingatkan agar mereka belanja di gerainya sendiri.

”Omzet Rp 10 juta itu, juga anggotanya masih wait and see. Jadi kita akan ingatkan mereka, timbulkan kesadaran agar mereka ringan tangan, ringan kaki belanja satu kilo, dua kilo meter pakai motor spanding waktu 10-15 menit datangi 212 Mart ini dan belanja,” paparnya.

212 Mart Jaksel 2 Pesanggrahan komitmen memfasilitasi produk UMKM para pengusaha Muslim yang tak lain adalah anggotanya. Kini, di gerai 212 Mart Jaksel 2 Pesanggrahan tersebut puluhan produk UMKM telah dipasarkan. ”Alhamdulillah sekitar 25-30 persen produk UMKM dipasarkan di gerai ini. Anggota jadi senang karena mereka tidak hanya sekeda jadi anggota, tapi juga bisa memasarkan produksinya. Tujuan kami memang pemberdayaan umat,” katanya.

Tohirin berharap 212 Mart Jaksel 2 Pesanggarahan dan 212 Mart Pademangan menjadi inspirasi untuk umat dan mart-mart lainnya, bagaimana melangkah dengan sehat dalam pengembangan bisnis ritel ini,sehingga bisa menjadi kebanggaan.

Dalam perjuangan membangkitkan ekonomi umat itu, menurut Tohirin, tidak boleh luntur semangat, tidak boleh nenggok ke belakang.”Berjuang itu untuk apa berpikir mundur, kobarkan semangat jangan luntur untuk memotivasi akan nampak kesuksesan,” tegasnya.


Head to Head dengan Toko Modern Mainstream
212 Mart Jaksel 2 Pesanggrahan ini berdiri tepat di depan toko modern dari jaringan ritel manstream. Gerai 212 Mart ini siap bersaing dalam merebut hati pelanggan. Dikatakan Tohirin, para prinsipnya sebagus apapun orang lain, tidak perlu dirisaukan. Yang terpentinglah adalah perhatikan saja badan kita.

“Setrika biar rapi, kasih minyak wangi biar wangi, tidak usah memikirkan orang lain. Jadi, saya selalu tekankan kepada teman-teman, biarkan orang pakai gaya dangdut atau segala macam. Yang penting gaya kita saja dirapikan. Head to head dengan toko sebelah, iya benar. Insha Allah kita akan tunjukkan kalau kita eksis bersaing sehat,” kata Tohirin.

212 Mart Harus Jadi Tinta Emas
Penutup, Tohirin berharap secara nasional dengan telah berdirinya 212 Mart di seluruh Indonesia. Yakni, menurutnya, jumlah gerai 212 Mart ini belum genap 100, bagaimana caranya yang ada ini harus sehat. Karena kalau tidak sehat nanti menjadi catatan dalam sejarah.

”Bagaimana gerai yang ada ini menjadi tinta emas. Ketika tinta emas itu bertebaran di mana-mana, maka akan menjadi inspirasi bagi umat Muslim lainnya,” kata Tohirin.

Sehingga, sebut dia, umat Muslim yang memiliki uang miliaran atau triliun yang sekarang wet and see, mereka masih butuh bukti. Dan kita harus buktikan jadi tinta emas agar umat Muslim yang tidur itu bangun melihat kenyataan bahwa mimpi kita satu persatu terwujud.

”Karena buat kita ibarat mimpi kecil saja, tapi ketika ekonomi umat bangkit, maka menjadi inspirasi umat Muslim di seluruh provinsi Indonesia,” pungkas Tohirin.

Shortlink:

Terkait