Menakjubkan, Kisah Berdirinya 212 Mart Tangsel

Pelan tapi cepat, terbukti setiap bulan sekali Komunitas Umat Madani Bersatu (KUMB) Tangerang Selatan (Tangsel) mendirikan gerai 212 Mart.

Ketua Komunitas Syariah 212 Tangerang Selatan (Tangsel), Kusmanto mengatakan, bahwa gerakan ekonomi umat Muslim Tangsel itu pelan tapi pasti. Ghirah ekonominya sangat luar biasa, terbukti setiap dua bulan sekali gerai 212 Mart diresmikan.

Bulan Agustus 2017, jelas Kusmanto, gerai 212 Mart Tangsel pertama dibuka. Kemudian menyusul gerai kedua pada Oktober 2017, dan gerai ketiga pada November 2017.

Pada 14 Januari 2018 lalu, 212 Mart Palala yang merupakan gerai keempat sudah diresmikan oleh Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany. Untuk gerai kelima akan dibuka di Villa Bintaro Indah, pada Februari akhir. Dan gerai kelima menyusul pad akhir Maret dibuka di Batan Indah.

Begitu seterusnya, gerai 212 Mart Tangsel akan bertambah banyak jumlahnya. Semua itu dapat diwujudkan atas pendekatan dengan para jamaah bagaimana caranya kita membangun ekonomi umat secara berjamaah sehingga tidak ada yang mayoritas, tidak ada yang punya profit sendiri. Anggota Komunitas Syariah 212 Tangsel bersatu dalam berjamaah.

Semua gerai 212 Mart itu berada di bawah payung hukum Koperasi Umat Madani Bersatu (KUMB). ”Proses berdirinya 212 Mart Tangsel cukup spektakuler. Saya bilang pelan tapi cepat. Pelan tapi kita cepat merangkul teman-teman jamaah, tapi sosialisasi cepat untuk membangun,” kata Kusmanto kepada Koperasi Syariah 212 belum lama ini.

Dengan dibukanya gerai 212 Mart Tangsel ke empat ini, Kusmanto berharap apa yang dilakukan KUMB bersama komunitas KS 212 Tangsel untuk membangun ekonomi umat secara berjamaah sebagaiman harapan umat Islam dengan spirit 212. Diharapkan peresmian gerai 212 Mart akan terus mengema di seluruh Indonesia, terkhusus wilayah Jawa dulu.

” Insha Allah, tahun 2018, kami harapkan 212 Mart secara menyeluruh di Jawa diusahakan harus ada 500 gerai 212 Mart. Di Jawa saja ya, belum nyebrang ke Sumatera dan Sulawesi,” kata Kusmanto.

Untuk pengembangan kepada umat, lanjut dia, pihaknya akan menyakinkan bahwa selama ada 212 Mart tidak ada warung di sekitarnya yang dirugikan. Bahkan, KUMB dan komunitas KS 212 Tangsel, mempunyai rencana setelah berdiri gerai 212 Mart kelima dan keenam akan membuat suatu agen, dan juga unit usaha lain yaitu properti.

Untuk menjadi agen bagi warung dan toko di sekitar 212 Mart, pihaknya berharap KS 212 Pusat mentransper ilmunya kepada komunitas-komunitas bagaimana caranya menjadi agen sebelum jadi distribusi.

Kusmanto juga berharap agar pemilik warung dan toko jangan merasa bahwa dengan adanya 212 Mart, tokonya akan tersingkir. Tidaklah mungkin karena 212 Mart Tangsel dan KUMB akan tetap merangkul warung dan toko-toko tersebut dengan nanti akan dibuatlah agen sehingga mereka bisa membeli barang-barang di gerai 212 Mart dengan harga murah. Mereka juga nantinya bisa menjual dengan harga terjangkau para pelanggannya.

”Nggak mungkin 212 Mart mematikan warung dan toko di sekitarnya. Kenapa saat 212 Mart dibangun ribut. Padahal Indomart dan Alpamart sudah dibangun tahunan tidak diributkan. Kita ini umat Muslim harus saling rangkul dalam bisnis berprinsip syariah,” tegas Kusmanto.

Bahkan dalam pengembangannya, ratusan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) difasilitasi 212 Mart Tangsel. Hingga gerai ke empat dibuka, produk-produk UMKM banyak dipasarkan di gerai berbasis islami besutan KS 212 Pusat tersebut. Ini menurut Kusmanto sebagai komitmen KUMB mendukung program pemerintah daerah Tangsel yaitu 1000 Koperasi Sehat.

”Harapan kami, KUMB menjadi koperasi yang sehat mendapat predikat terbaik. Buktik komitmen kami adalah memfasilitasi produk-produk UMKM di pasarkan di gerai 212 Mart Tangsel,” ujarnya.

Kusmanto berharap umat Muslim dan para tokoh agama mendukung kegiatan KUMB dalam upaya membangkitkan ekonomi umat, khususnya di wilayah Tangsel ini.

Disampaikan dia, kelebihan 212 Mart ini dikelola secara berjamaah berbasis masjid, berbeda dengan toko tetangga. Berbagai halangan dan rintangan pun sukses dilewati dengan istiqamah keiklasan hati berjuangan di jalan yang diridho oleh Allah SWT.

Keuntungan lain yang didapat, jelas dia lagi, yakni pembagian keuntungan yang lebih berkah. Yakni ada nilai ibadah yang didapat lantaran ada sedekah dan infak yang harus dikeluarkan sebesar 20 persen. Sedekat dan infak ini untuk kaum dhuafa dan yatim piatu juga syiar Islam.

Kemudian, 10 persen untuk investasi, dan 10 persen lagi untuk pengelolaan 212 Mart. Dan 60 persen lagi untuk dibagi kepada SHU para anggota. ”Berkah dunia akherat akan didapat karena bisnis ritel 212 Mart ini berprinsip syariah bukan kapitalis,” tegas dia.

Kusmanto berharap umat Muslim Tangsel yang belum bergabung segera bergabung dalam upaya membangkitkan ekonomi umat. Karena menurutnya, meskipun saat ini jumlah anggota KUMB sudah mencapai 1200 orang, tapi hitungan itu masih kecil mengingat umat Muslim di Tangsel sangat besar jumlahnya.

Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) untuk Tangsel saja mencapai 1,6 juta penduduknya. Sehingga potensinya masih sangat besar untuk menjaring umat Muslim bergabung membangkitkan ekonomi umat di wilayah Tangsel ini. .

Untuk Pondok Aren saja, sebut Kusmanto, jumlah warganya itu sekitar 386.530.000. ”Pondok Aren itu, satu kecamatan. Kita itu baru seberapa presennya kalau 1200 orang. Perjalanannya masih panjang, kita akan terus garap dan berusaha menyosialisasi 212 Mart . Disamping komitmen mendukung program 1000 Koperasi Sehat,” pungkasnya.

Shortlink:

Terkait