Meluruskan Niat 212Mart

Terkadang, sesama Muslim pun tidak paham, mengapa kita  mendirikan 212Mart.

Di Tangerang Selatan (Tangsel), 212 Mart telah berdiri, yang pertama. Yang kedua, insyallah akan didirikan pada Sabtu (7/10) ini. Bernaung di bawah badan hukum Koperasi Umat Madani Bersatu (KUMB), dua gerai  tersebut dibangun secara berjamaah.

Mulai dari biaya sewa dan renovasi ruko hingga pembelian barang dagangan dan sebagainya, dilakukan secara berjamaah. “Insyaallah, 212 Mart At Taqwa-Tangsel, gerai kedua kami akan diresmikan pada Sabtu,  tanggal 7 Oktober 2017. Mohon doanya,” kata Ketua KUMB Teddy Supriadi kepada Koperasi Syariah 212, dihubungi Kamis (5/10).

Dakwah dan Bisnis Sejalan
Layaknya dalam tiap usaha bersama, tidak semua paham benar misi dari pendirian 212Mart ini. Termasuk, dari saat sosialisasi pun, banyak pertanyaan mendasar dari jamaah. Misalnya, mengapa 212Mart, mengapa harus berjamah, sistem bagi hasil, keuntungan konkrit apa yang bisa didapat, dan sebagainya.

Teddy berbagi pengalaman saat dirinya menyosialisasikan gerakan ekonomi umat ini. Kepada jamaah, dia mengatakan, bahwa umat tidak berjamaah satu komplek saja. Berjamaah itu seluruh wilayah dan jika perlu seluruh Indonesia.

Nah, itulah salah satu tujuan penting dari pendirian 212Mart, menyatukan umat, layaknya aksi 212. Cuma, tegas Teddy, berjamaah dimulai dari wilayah Tangsel dulu. Kalau posisinya umat kuat bersatu, otomatis kekuatan umat senjatanya banyak.

“Jadi jangan terpecah-pecah. Saya tahu jamaah punya uang dan sebagainya, tetapi bukan itu yang dimaksud. Tapi buat jamaah. Karena berjamaah itu untuk kekuatan umat,” tegas Teddy.

Lalu, ada yang menganggap 212 Mart ini untuk peluang bisnis dan meraih keuntungan semata. Oleh Teddy dijelaskan, bahwa niat mendirikan 212 Mart ini berjamaahnya bukan niat ambil keuntungannya.

Teddy selalu mengingatkan bahwa mendirikan 212 Mart adalah awal perjuangan yang harus dijalani secara berjamaah  dalam satu wadah atau manajemen. Baru diatur soal bagi hasil dan keuntungan untuk pengurus dan investor toko.

“Alhamdulilah jamaah tertarik dan bersatu. Karena bersatunya ini yang susah ya,  apalagi kalau sudah masalah uang bisa terpecah. Jadi niatkan hati untuk ibadah mengejar keabadian dunia akherat,” tegasnya.

Belanja di Toko Milik Sendiri
Agar berbeda dengan jaringan ritel mainstream, 212 Mart At Taqwa Tangsel akan memfasilitasi produk-produk Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk dipasarakan di 212 Mart. “Grad Opening 212 Mart At Taqwa Tangsel, Sabtu besok sekitar 20 produk UKM siap dipasarkan,” kata Teddy.

Teddy berharap umat Muslim Tangsel yang berbagung dengan 212 Mart untuk menjaga komitemen belanja di toko milik sendiri. Karena menurutnya, 212 Mart At Taqwa Tangsel ini milik umat, dari umat, oleh umat, dan untuk umat.

“Istilahnya,  toko milik kita, belanja di toko sendori, dan untungnya juga buat kita. Kita kasih sedekah 20 persennya. Jadi istilahnya menghidupi kita sendiri. Ghirahnya sudah bagus umat Muslim Tangsel ini,” tegas Teddy.

Dalam pengembangan 212 Mart ini, Teddy menyatakan akan bersaing secara sehat dengan mini market yang sudah ada. Menurutnya,  bukan berarti bermusuh-musuhan tapi berkompetisi yangg sehat, hanya saja perbedaaan mini mart besutan Koperasi Syariah 212 Pusat ini pengandalkan jamaah dengan berpegang pada prinsip syariah.

“Insyaallah dengan posisinya kita berdakwah bahwa umat punya kekuatan dan keiklasan atas ridho Allah SWT dalam upaya membangkitkan ekonomi umat Muslim Indonesia,” pungkas Teddy.

Shortlink:

Terkait