Ini Contoh Nyata Ekonomi Berjamaah  

Lebih dari 1000 orang patungan mendirikan #212Mart  Bojong Kulur. Dikoordinasikan oleh para pengurus masjid. Ini contoh nyata ekonomi berjamaah!

Direktur Eksekutif Koperasi Syariah 212 (KS 212), Ahmad Juwaini menilai solidaritas masyarakat Muslim Bojong Kulur melalui badan kordinasi masjid dan musholanya sangat luar biasa. “Saya banding-bandingkan dengan beberapa tempat, saya kira ini Bojong Kulur paling kuat spirit 212 sudah terimpementasi di masyarakat. Mudah-mudahan barokahnya semakin banyak datang ke masyarakat Bojong Kulur,” ungkap Ahmad dalam sambutannya pada peresmian 212 Mart Bojong Kulur, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/8).

Ahmad menuturkan, saat Aksi 212 pada 2 Desember 2016 lalu, ada 7 juta umat Muslim berkumpul di Monas.

Dan, setiap orang kalau dibuat rata-rata itu mengorbankan uang untuk perjalanan dari rumahnya ke Monas  sekitar Rp 100 rupiah.

“Itu rata-rata perorang kalau dihitung-hitung Rp 100, dan kalau dijumlahkan umat Islam telah berkorban untuk terjadinya aksi 212 berjumlah sekitar Rp 700 Miliar. Itungannya 7 juta dikali Rp 100 itu adalah Rp 700 miliar. Tanpa disadari uang masyarakat dikorbankan fissabilillah. Untuk mendapat cinta kepada Allah SWT untuk berjuang fissabilillah pada aksi 212 umar Islam berkorban Rp 700 Miliar,” jelas Ahmad.

Menurutnya, kalau kekuatan yang pernah umat Muslim korbankan pada tanggal 2 Desember 2016 itu dijadikan kekuatan ekonomi dengan mendirikan 212 Mart. Ini akan hadir 1400 toko seperti 212 Mart. Jadi, umat Islam memiliki kekuatan yang besar.

1000 Orang Lebih Patungan Mendirikan 212Mart Bojong Kulur
“Apalagi saya tadi sudah mendengarkan 1000 orang yang gabung dirikan 212 Mart Bojong Kulur ini, sangat luar biasa biasa. Dan saya yakin yang diserahkan dari 1000 orang itu bukan Rp 100 ribu pasti lebih, mungkin ada yang Rp 100 ribu, Rp 1 juta-Rp 2 juta bahkan lebih,” ujarnya.

Jadi artinya, kata Ahmad, potensinya lebih besar daripada 1400 toko. Oleh karena itu, KS 212 Pusat  ingin menjadi dirijen yang menata agar kekuatan ekonomi umat ini berjalan efektif dan menghasilkan perubahan besar bagi kesejahteraan umat.

“Kami ingin jadi dirijen bagi berlangsungnya pemberdayaan ekonomi umat. Mengapa misalnya di toko 212 Mart kita telah sepakat ada 20 persen bagian untuk UKM. Jadi warga sekitar yang punya produk UKM mau dijual di sini akan difasilitasi sampai 20 persen,” ujarnya.

KS 212 Pusat berharap minimarket ini berbasis jamaah. Karena kekuatan toko ini akan ditopang oleh anggota komunitas KS 212.

Jadi, kata Ahmad, kalau misalnya satu toko 212 Mart sudah terhimpun 350 orang. Maka,  350 orang ini punya kewajiban setiap bulan wajib belanja di toko 212 Mart ini.

Belanja di Toko Milik Sendiri
Setidaknya Ahmad menghimbau setiap bulan sekeluarga wajib belanja Rp 1 juta di toko 212 Mart Bojong Kulur ini, agar toko ini tidak tutup, terus berkembang dan menambah toko berikutnya.

“212 Mart bisa bertumbuh 20-200 toko, itu bisa terwujud. Asalkan Bapak Iibu disiplin belanja di toko ini,” ujar Ahmad.

Ahmad berharap umat Muslim menjadi anggota KS 212. Dan saat ini dikatakan Ahmad, sudah ada 16 ribu yang sudah resmi menjadi anggota.Adapun yang melamar sudah mencapai 26 ribu lebih anggota ke KS 212.Keanggotaan ini akan dijadikan keberjamaah dari umat, oleh umat, dan untuk umat.

“Kekuatan massa yang terus terhimpun dalam anggota KS 212 ini kita jadikan sebagai bola salju besar sebagaimana Aksi 212 menjadi satu kebersamaan terikat dalam ukhuwah,” jelasnya.

Sinergi dengan Minimarket Muslim Lainnya
Disebutkan Ahmad, 212 Mart Bojong Kulur yang diresmikan pada Minggu (6/8) adalah toko 212 Mart  ke 14. Ada dua toko lagi yang akan diresmikan di tanggal 12 dan 13 Agustus mendatang yaitu di Medan dan Magelang. Dan bertepatan pada hari Kemerekaan RI tanggal 17 Agustus 2017 akan diresmikan toko 212 Mart yang ke 17. “Insya Allah di Nanggewer Bogor,” ujar Ahmad.

Menurut Ahmad, semua upaya itu untuk terus menambah jumlah toko 212 Mart semakin banyak. Ini merupakan kekuatan bersama terhimpun di jaringan kekuatan umat. Seperti hadirnya KITA Mart, Mini Mart Sadakoh, dan toko lainnya yang berbasis syariah. Jadi, tegas Ahmad,  kita akan bersama menjadi suatu jaringan kekuatan ekonomi umat dan terus gelorakan jadi basis kekuatan pemberdayaan umat.

Diharapkan  semua yang  dilakukan ini  akhirnya menjadi ibadah di hadapan Allah SWT. Diharapkan Allah SWT membalas semua kebaikan umat Muslim dalam tenaga, waktu, dan harta yang diberikan untuk kebangkitan ekonomi umat akan menjadikan amal pahala berlipat dari Allah SWT.

“Kami mendoakan yang terbaik buat toko 212 Mart Bojong Kulur ini, terus berjalan bersama dengan komunitas KS 212 dan mudah-mudahan kita terus memperkuat kebersamaan dan kesatuan umat,” pungkas Ahmad.

Shortlink:

Terkait