Diapit Alfa dan Indo  212 Mart Pondok Bambu akan Diresmikan 

212 Mart ini dikelola secara berjamaah, segala keuntungan dan kerugian dinikmati bersama.

Gerai 212 Mart di Jakarta Timur akan bertambah lagi. Yakni, 212 Mart Pondok Bambu,  tepatnya di Jalan Kejaksaan Raya No.210 Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Sebelumnya di Jakarta Timur, telah hadir 212 Mart Lubang Buaya, 212 Mart Cipayung, dan 212 Mart Kayu Putih.

 “InshaAllah, 212 Mart Pondok Bambu akan grand opening (GO) pada Ahad, 17 Desember 2017. Meskipun diapit si Merah dan si Biru, kami optimis ekonomi umat  akan bangkit,” kata Rikzan Tara, Ketua Komunitas Koperasi Syariah 212 Pondok Bambu, kepada Koperasi Syariah 212, dihubungi Jumat (16/12).

 Rikzan pun mengisahkan, awal perjuangan membentuk komunitas ini hingga kemudian akan mewujudkan mendirikan 212 Mart Pondok Baru ini. Ketika itu, kata Rikzan, dirinya yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat, diajak teman-temannya gabung di whatsapp (WA) group Sukabumi. Dalam group WA  itu mengalir pembicaraaan membahas seputar gerakan kebangkitan ekonomi umat, dengan membentuk sebuah komunitas Koperasi Syariah 212.

“Saya teringat, kebetulan saya tinggal di Pondok Bambu. Kenapa nggak bikin juga di Pondok Bambu. Kala itu dalam pikiran saya,” kata Rikzan.

Akhirnya, dia bersama Aswin dan Ustad Risky membicarakan hal ini di Masjid Al Huda Pondok Bambu. Kemudian besoknya mengadakan pertemuan yang dihadiri sekitar 10 orang. Berlanjut lagi silaturahmi hingga 100 orang yang hadir. Dalam pertemuan itu sosialisasi 212 Mart dan Koperasi Syariah 212 terus disampaikan.

Dari anggota berjumlah 100 orang itu, kemudian dibentuklah Komunitas Koperasi Syariah 212 Pondok. Rikzan pun diamanahkan menjadi ketuanya. Demi keabsahan akhirnya mengajukan ke KS 212 Pusat untuk disyahkan.

Anggota yang berkomitmen ada sekitar 170 orang, dengan total perhitungan dana kisaran Rp 825 juta. Investasi yang disertakan adalah sistem portofolio atau saham dengan minimal Rp 1 juta dan maksimal Rp 25 juta. Namun demikian, kata Rikzan, realisasi dari hitungan dana tersebut hanya sekitar 80 persen.

”Jadi sekitar Rp 650 jutaan dana terkumpul, dari 150 anggota. Dana itu untuk operasional 212 Mart Pondok Bambu tipe C, sewa ruko Rp 50 juta pertahun, dan sudah dibayarkan dua tahun kedepan. Juga untuk biaya renovasi gedung sekitar Rp 30 juta,” jelasnya.        

Rikzan optimis anggota berkomitmen akan terus bertambah. Mengingat kata dia, sebenarnya jumlah anggota yang dikelola mencapai 325 orang.   Rikzan bersyukur ghirah umat Pondok Bambu sangat tinggi.

”InshaAllah kita komitmen kalau ini sudah gol. Kita mau buka lagi gerai selanjutnya. Target jangka pendeknya, gerai ke dua dan ketiga hadir lagi di Pondok Bambu,” kata Rikzan.

Saat GO nanti, pihaknya tidak menargetkan omzet harus tinggi mengingat kondisi ekonomi masyarakat juga banyak yang perlu disiapkan. Yang terpenting kata Rikzan, adalah 212 Mart Pondok Bambu ini buka dulu, sambil berjalan diharapkan bisa tercapai untuk penjualan minimalnya.

”Target GO, saya nggak terlalu banyak paling Rp 50 juta –Rp 60 juta. Yang penting omzet harinya stabil ya. Jangan sampai awalnya tinggi tapi pas perjalanan waktunya malahan nggak banyak,” kata Rikzan.

Pada saat GO, pihaknya juga akan membagikan 212 paket kepada kaum dhuafa dan anak yatim piatu. Ini sebagai wujud syukur kepada Allah SWT, bahwa mimpi besar Komunitas Pondok Bambu mendirikan 212 Mart Pondok Bambu bisa terlaksana. Rikzan pun berharap saat GO 212 Mart Pondok Bambu nanti bisa berjalan lancar.

Dalam pengembangan, 212 Mart Pondok Bambu ini akan menyertakan produk-produk Usaha Kecil Menengah (UKM) dari anggota atau jamaah. Tentu dengan syarat seleksi kualitas yang ketat

Rikzan optimis ekonomi umat Muslim Indonesia kedepan lebih maju bisa mengalahkan si Merah dan si Biru, tentunya dalam persaingan yang sehat. Namun demikian, jelas dia, 212 Mart ini konsep pengelolaannya berbeda dengan toko sebelah. 212 Mart ini milik berjamaah, segala keuntungan dan kerugian dinikmati bersama. Pengurus pun harus selalu mengingatkan jamaah untuk memegang komitmen belanja di toko miliknya sendiri.

”Selisih harga kadang jadi masalah. Itu permasalahan yang sepele sebenarnya. Tapi akan kita minimalisir dengan banyak silaturahmi dengan jamaah. Para ustad juga akan memberikan motivasi agar jamaah berkomitmen belanja di tokonya sendiri. Karena ini adalah jihad ekonomi untuk mendorong kebangkitan ekonomi umat Muslim Indonesia,” ungkap Rikzan.

Selain itu, Rikzan juga selalu menekankan agar anggota Komunitas KS 212 Pondok Bambu juga menjadi anggota KS 212 Pusat. Hal ini menurutnya, karena kita akan mendukung agar KS 212 Pusat bisa lebih berkembang lagi. Kalau KS 212 Pusat berkembang berkat dukungan semua anggota yang ada di daerah. Maka komunitas KS 212 daerah juga akan tersport juga.

Karena kedepannya, KS 212 Pusat itu akan mempunyai produksi sendiri. Artinya, kata Rikzan, kalau KS 212 Pusat itu punya member 1000 toko 212 Mart, otomatis di pusat itu akan membuat pabrik-pabrik kedepannya.  Itu luar biasa. Tapi memang menurut Rikzan,  permasalahan di daerah itu berpikiran kenapa sudah  jadi anggota di daerah  harus jadi anggota pusat juga.

Saya selalu tekankan kepada anggota, kita itu harus mensport pusat. Makanya anggota daerah harus jadi anggota pusat juga. Biar pusat maju bisa punya pabrik sendiri,” pungkas Rikzan.

Shortlink:

Terkait