Cukup Dua Bulan untuk Mendirikan 212Mart Pasir Kuda, Bogor

Semakin dikebut, jamaah semakin semangat. Bahkan masih ada calon investor yang berminat.

Bogor tampak terus bersaing dengan Bekasi dalam pendirian 212Mart. Menurut data Sekretaris Umum Koperasi Syariah 212, Agus Siswanto, pada pertengahan Desember lalu, telah didirikan 16 gerai di wilayah Bogor, baik Kota maupun Kabupaten dan 15 gerai di wilayah Bekasi, baik kota maupun Kabupaten.

Di Kota bogor pula, gerai pertama 212Mart berdiri, tepatnya 212Mart Semplak, hanya 100 meter dari Landasan Udara Atang Senjaya, Bogor.

Kota Bogor pula, yang mendirikan tiga gerai sekaligus dalam satu bulan, di Pakuan Regency, Villa Ciomas, dan kemarin di Pasir Kuda.  InshaAllah pada 8 Januari, akan didirikan gerai lagi di Bukit Cimanggu City (BCC).

Gerai 212Mart Pasir Kuda, melaksanakan grand opening (GO) pada Sabtu (23/12). Terletak di Ruko Samping Majelis Al-Ihya, Pasir Kuda, Kota Bogor, GO dilakukan pukul 09.00-11.30. Gerai 212Mart ke-58 ini diresmikan oleh KH Abi Thamrin (Pimpinan Majelis Al Ihya, Kota Bogor) didampingi oleh Sekretaris I, Koperasi Syariah (KS) 212, Agus Siswanto.

Berbarengan dengan GO ini, diberikan juga santunan voucher untuk 50 anak yatim piatu dengan nilai Rp 100 ribu, voucher untuk 20 penduduk sekitar perumahan Kebun Raya Regency,  senilai Rp 50 ribu, dan voucher untuk 50 santri dengan nilai Rp 50 ribu.

Koordinator Kecamatan Bogor Barat, Komunitas KS212 Kota Bogor 1, Haris Fauzan Mustofa memgucap syukur atas peresmian gerai ke-4 besutan Koperasi Muslim Bogor Raya (KMBR), badan hukum milik Komunitas KS212 Kota Bogor 1. Untuk diketahui, untuk mendirikan sebuah gerai 212Mart, diperlukan badan hukum, bisa berbentuk koperasi atau  PT.

Gerai ke-58
“Alhamdulillah pada hari ini kami sedang melaksanakan grand opening untuk 212 Mart Pasir Kuda dan proses pendirian ini membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan di mana diawali pada tanggal 7 Oktober 2017 di antara jamaah yaitu memunculkan suatu ide untuk membentuk setelah suatu bagian dari kita terlibat dalam pembentukan 212 Mart di tempat lain”, kata Haris kepada Koperasi Syariah 212, Sabtu (23/12).

Setelah muncul ide, segera direalisasikan dengan membentuk grup Whatsapp (WA). Kemudian, grup-grup WA tersebut dibagikan ke komunitas-komunitas yang ada di Bogor termasuk juga melalui media sosial. Dari grup-grup tersebut, kisah Haris yang memang berperan banyak dalam pendirian gerai 212Mart ini, jamaah sepakat untuk mendirikan di sekitaran Pasir Kuda, salah satu wilayah di Bogor Barat. “Ghirahnya cukup besar, sehingga pada perhitungan perhari kemarin, 333 Investor mendaftar dengan jumlah investasi sebesar Rp 567 Juta”, kata Haris menjelaskan.

Meskipun begitu, Haris mengisahkan, awalnya memang tidak semua jamaah itu optimis untuk mendirikan 212Mart. Ada yang optimis, mendukung, juga ada yang tidak mendukung. Nah, khusus yang tidak mendukung ini, karena di daerah Bogor Barat ini, banyak juga korban First Travel. “Karena memang didasari dari beberapa fakta dari beberapa bisnis bisnis yang dikelola oleh kaum Muslim, yaitu disalahgunakan oleh pemiliknya semacam kemarin ada salah satu agen yang terkait dengan perjalanan umrah dan haji. Nah, tu cukup membekas di masyarakat disekitar Pasir Kuda ini”, kata Haris menjelaskan.

Tidak ada Investor Yang Dominan
Haris dan rekan-rekannya di Komunitas KS212 Bogor 1 dan KMBR tidak patah arang.  Sosialisasi terus dilakukan dan meyakinkan jamah, bahwa investasi ini akan dikelola dengan amanah melalui cara berjamaah. Hal ini dibuktikan, dengan minimum jumlah investor yang dibolehkan untuk satu pendirian gerai, yaitu minimal 100 orang. Sehingga, tidak ada investor yang dominan, sehingga keputusan diambil secara berjamaah. Pun dengan nilai investasi, tidak boleh lebih dari Rp 10 Juta per orang. “Sehingga dapat bayangkan, kalau kebutuhan investasi sekitar Rp 560 Juta, sementara maksimal nilai investasi adalah Rp 10 Juta, maka masing masing orang itu tidak akan menjadi dominan. Kami tidak mendapatkan apa – apa tetapi kami secara ghirah kami sangat senang bahwa masyarakat itu mau mengapresiasi dan itu ternyata kelihatan saat kami menetapkan kapan akan melakukan GO”, kata Haris menjelaskan.

Justeri, kisahnya, saat akan melakukan GO, semakin banyak calon investor menyetor dananya, bahkan tumbuh lagi calon-calon investor baru. Hingga hari GO pun, masih banyak yang menanyakan cara berinvestasi, karena mereka berminat.

Khusus untuk para peminat baru ini, ditampung dan disalurkan untuk rencana pembukaan gerai selanjutnya dari KMBR atau penambahan biaya sewa ruko yang tadinya hanya sampai tiga tahun sewa menjadi lima tahun sewa.

Dukungan Majelis Al-Ihya
Gerai 212 Mart ini juga didukung oleh majelis ternama di Kota Bogor, Majelis Al-Ihya yang  kebetulan terletak di sebelah gerai di kawasan Pasir Kuda, Bogor Barat. Dukungan itu berupa, para ustadz pondok yang menjadi investor.  Rekening Yayasan yang menaungi Majelis ini juga digunakan untuk penampungan dana investor. Hal ini meningkatkan kepercayaan calon investor terhadap bisnis ini.  Hingga, pimpinan Majelis Al-Ihya, KH. Abi Thamrin yang meresmikan gerai ini kemarin. KH Abi Thamrin juga, menurut Haris akan mewajibkan jamaahnya untuk belanja bulanan di gerai 212 Mart tipe C ini.

Shortlink:

Terkait