Cholil Ridwan: Koperasi Syariah 212 itu Momentum Kebangkitan Umat

Umat Muslim harus membangkitkan ekonomi umat dengan prinsip berjamaah.

Inisiator Pengajian Politik Islam (PPI) KH  Cholil Ridwan mengatakan, bahwa umat Islam harus bahu membahu membangkitkan ekonomi umat dengan prinsip saling menolong (taawun) atau berjamaah.

Menurutnya, ekonomi yang kuat akan membentengi akidah umat Islam. Contoh sederhana, kata dia, kita belanja di toko milik umat Muslim dengan niat membantu kegiatan perekonomiannya.

”Insha Allah dengan belanja di toko milik umat Muslim, kita akan mendapatkan pahala. Karena niat kita membantu perekonomian dia lancar dan memberi berkah untuk kita,” ujar Cholil kepada Koperasi Syariah 212 ditemui di Jakarta belum lama ini.

Kini, lanjut Cholil, gerakan ekonomi umat di Indonesia tengah bangkit dengan menyaluran energi Aksi 212 ke bidang ekonomi, yaitu dengan dibentuknya Koperasi Syariah 212.

”Koperasi Syariah 212 ini momentum yang paling baik untuk umat Islam bangkit dalam bidang ekonomi. Satu-satunya badan yang bisa dibentuk adalah koperasi syariah,” ujar Cholil.

Dalam pengembangan Koperasi Syariah 212 ini, pesan Cholil, sepatutnya didirikan mini mart-mini mart  syariah, terserah namanya apa. Namun prinsip pengembangan mini mart itu harus sesuai prinsip syariah jangan melenceng dari ajaran Islam.

”Mini mart-mini mart syariah ini untuk menggantikan fungsi Indomart dan Alfamart serta macam-macam mart lainnya yang milik aseng asing,” ujar Cholil Ridwan.

Pengasuh Pondok Pesantren Husnayain ini menegaskan, karena kalau umat Muslim belanja di mini mart milik aseng asing, maka keuntungan dibawa lari bukan untuk kepentingan umat. Beda halnya kalau kita belanja di mini mart syariah besutan umat yang dikelola atau didirikan secara berjamaah, maka keuntungan pun akan kembali kepada umat.

Untuk membangkitkan ekonomi umat itu menurut dia, harus berjamaah atau taawaun. Jadi tegas dia lagi, kalau selama ini ekonomi umat Indonesia lemah. Ini dikarenakan sejak penjajahan Belanda si aseng dan si asing diberikan fasilitas oleh Presiden Seokarno, begitu juga dengan Presiden Soeharto.

Sekarang, kata dia, umat Muslim harus sadar bergerak kembali ke awal dengan berjamaah membangkitkan ekonomi umat. ”Jadi kan kalau kuat ekonominya akan mendukung kekuatan politik Islam di segala bidang,” ujar Cholil.

Terpenting lagi, lanjut dia, terbangunnya kekuatan agregasi ekonomi Islam itu bisa diimplementasikan justru bukan berasal dari faktor-faktor produski yang sudah tidak mungkin diambil alil umat dari kalangan kapitalis. Yakni melainkan dengan memberdayakaan kekuatan jumlah mayoritas umat Muslim untuk bersatu atau berjamaah.

Yakni, tegas  Cholil,  kekuatan dan persatuan membangun komitmen, keyakinan, dan keimanan yang justru akan mendapatkan pertolongan dari Allah SWT yang Maha pemberi kesejahteraan dan kemakmuran bagi umat Muslim.

”Dan, Koperasi Syariah 212 ini momentum berjamaah umat Muslim dalam kebangkitan ekonomi umat Muslim Indonesia. Ini harus didukung,” ungkap Cholil.

Di sinilah, lanjut dia,  kemudian kita membuka harapan bak fajar yang terang untuk memajukan secara bersama dan merata kesejahteraan umat Muslim, termasuk menyingkirkan sebagian masyarakat Muslim yang masih di bawah garis kemiskinan.

Terkait

Shortlink: