Berkuliner di 212 Mart Kebun Jeruk

Tak hanya menjual produk reguler, pengunjung gerai 212 Mart Kebun Jeruk juga bisa menikmati aneka kuliner.

212 Mart Kebun Jeruk telah diresmikan pada Minggu, 28 Januari 2018.

“Gerai 212 Mart Kebun Jeruk ini yang pertama di Jakarta Selatan. Alhamdulilah kami sukses mewujudkan berdirinya gerai ini,” kata Ketua Komunitas Koperasi Syariah 212 Jakarta Barat, Muhammad Idris kepada Koperasi Syariah 212, dihubungi Jumat (2/2).

Anggota komunitas ini disampaikan Idris, tercatat yang komitmen sebanyak 216 orang. Namun yang sudah berinvestasi adalah 162 orang. Dana penyertaan atau investasi kisaran Rp 500 ribu-Rp 5 juta perorangnya.

Adapun kata dia, dana yang terkumpul sebesar Rp 750 jutaan. Di mana dana tersebut digunakan untuk berdirinya 212 Mart tipe B, sewa ruko, renovasi ruko dan persiapan lainnya. Untuk sewa ruko pertahunnya Rp 150 juta.

212 Mart Kebun Jeruk yang berada di bawah payung hukum Koperasi Sejahtera Bersama Umat Kebun Jeruk (KSBUK) ini sukses membukukan omzet Rp 45 jutaan, di saat gran opening (GO). Omzet harian pun tetap stabil kisaran Rp 9 juta.

“Alhamdulillah omzet harian stabil, kalau di rata-rata Rp 9 jutaan perhari.Angka ini sudah gabung dengan omzet produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),” kata Idris yang juga menjabat Ketua KSBUK ini.

Menurutnya, puluhan produk UMKM produksi para ibu-ibu yang merupakan anggota komunitas dipasarkan sejak dibukanya gerai 212 Mart Kebun Jeruk ini. Seperti, keripik singkong, roti, teri kacang, dan lainnya. Produk-produk tersebut dipasarkan dalam gerai tersebut.

Di halaman gerai juga tersaji aneka kuliner racikan anggota komunitas penggugah selera pembeli. Di antaranya, mie ayam Aceh, sate ayam, gulai kambing, nasi padang, dan lainnya.

Saban hari sejak dibuka 212 Mart ini, kata Idris, banyak orang mencicipi aneka kuliner tersebut. Biasanya setelah anggota belanja berlanjut kuliner. Bahkan banyak juga karyawan di dekat gerai ini yang berkuliner di halaman gerai 212 Mart Kebun Jeruk.

“Setiap pelaku UMKM, kita kenakan biaya Rp 20 ribu perharinya. Tapi rata-rata income mereka di atas Rp 400 ribu seharinya. Ini kan membantu meningkatkan pendapatan mereka. Ini tujuan pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Idris.

Untuk meneguhkan komitmen umat belanja di gerainya miliknya sendiri, yaitu 212 Mart Kebun Jeruk ini. Idris dan pengurus lainnya selalu semangat mengedukasi jamaah atau anggota. Bahwa kata dia, tujuannya didirikan 212 Mart ini supaya umat Muslim tidak bergantung pada non Muslim. Makanya harus komitmen membesarkan gerai ini dengan belanja di gerai sendiri, demi kebangkitan ekonomi umat Muslim Indonesia.

Dengan hadirnya 212 Mart Kebun Jeruk ini, kata Indris, kebangkitan ekonomi umat di wilayah Kebun Jeruk sudah tampak. Yakni, banyak ibu-ibu yang merupakan anggota komunitas memasarkan produk UMKM-nya di gerai ini. Selain itu, sebut Idris, pihaknya bisa merektrut enam orang karyawan di perkerjakan di gerai 212 Mart Kebun Jeruk. Bahkan, dalam waktu dekat juga akan merekrut satu orang lagi.

“Secara nasional kehadiran 212 Mart ini jelas telah membantu mengurangi pengangguran dan meningkatkan penghasilan umat Muslim,” jelasnya.

Idris juga selalu mengingatkan bahwa kalau menjadi anggota komunitas KS 212 Jakarta Barat, khususnya Kebun Jeruk. Maka anggota juga harus terdaftar di KS 212 Pusat.

Menurutnya, dari 162 anggota komunitas sekitar 150 orang sudah terdaftar di KS 212 Pusat, sedangkan sisanya dalam proses. “Saya selalu sampaikan kepada anggota, bahwa usaha ini ada dua. Satu hilir yaitu ritel 212 Mart ini, kedua hulu yakni KS 212 Pusat. Kita harus bantu besarkan KS 212 Pusat,” kata Idris.

Menurutnya, kalau ada 100 jura lebih umat Muslim menjadi anggota KS 212 Pusat, kita pastikan bisa mempunyai pabrik dan macam-macamnya.

“Saya katakan kepada anggota, bagaimana caranya supaya KS 212 Pusat itu punya uang Rp 100 triliun,” kata Idris.

Idris menghimbau agar anggota komunitas mendukung hulu (KS 212 Pusat). Ini tujuannya supaya umat Muslim memiliki pabrik tepung, minyak kelapa, pabrik susu, dan mie.

“Kalau KS 212 Pusat punya Rp 100 triliun. InshaAllah kita punya pabrik itu. Dan saya optimis Rp 100 triliun akan tercapai karena 85 persen masyarakat Indonesia adalah Muslim,” ujarnya.

Namun demikian, kata Idris, tergantung kepada Dr. Syafii Antonio sebagai nahkoda KS 212 Pusat. “Nakoda yang arif itu sangat dibutuhkan dalam suatu pelayaran. Nah kebetulan Pak Syafii Antonio, ini,” kata Idris menegaskan.

Shortlink:

Terkait