212Mart Bisa Mencapai 167 Gerai Tahun Ini

Jika rerata 10 gerai didirikan tiap bulan dan efektif hanya 10 bulan kerja di sepanjang 2018.

Komunitas Koperasi Syariah (KS) 212 terus mendirikan 212Mart. “Alhamdulillah 212 Mart Cibubur ini gerai ke 73. Pada Minggu (28/1) lima gerai diresmikan, yaitu di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Kota Bekasi, Pasuruan, dan Palembang. Februari mendatang 10 gerai siap dibuka,” kata Direktur Eksekutif KS212, Dr. Ahmad Juwaini kepada Koperasi Syariah 212 di sela-sela peresmian gerai 212 Mart Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (27/1).  Gerai di Cibubur ini adalah gerai ke-73.

Menurut Ahmad, rerata setiap bulan itu akan ada 10 gerai 212 Mart yang dibuka. Anggap saja dalam setahun, efektif hanya 10 bulan, asumsinya akan ada 100 gerai 212Mart baru di 2018 ini.

Tahun lalu, gerai 212 Mart mencapai 61 di seluruh Indonesia. Jadi, paling tidak menurut asumsi Ahmad Juwaini, akhir 2018 akan ada 161 gerai yang dibuka.

“Tapi sebenarnya kita optimis lebih dari itu. Tapi biasanya, cuma minimal kita bisa capai 161 di akhir tahun 2018 nanti. Sekarang Januari 2018, kita resmikan 15 gerai, dan kita perkirakan Februari juga 15-16 gerai. Tapi yang sudah siap di Februari itu 10 gerai,” kata Ahmad menjelaskan.

Kelebihan dan Hambatan 212Mart
Ditambahkan mantan Presiden Direktur Dompet Dhuafa ini, semakin banyaknya gerai 212 Mart dibuka, kualitas pengelolaannya juga harus ditingkatkan.

Peningkatan terutama, kompetitif dalam segala hal. Baik itu harga, pemasokan barang, dan pelayanan. Sampai ke keramahan pelayan gerai. Semuanya harus kompetitif karena hanya dengan itulah apresiasi masyarakat akan semakin besar dibandingkan sekadar mendirikan gerai 212 Mart.

“Alhamdulillah semangat dan ghirah masyarakat besar dan kuat. Tapi pada fase berikutnya, yang harus dikuatkan, bagaimana profesionalitas kompetitif toko ini dibandingkan toko lain. Itu yang mau tidak mau harus diupayakan ke depannya,” kata Ahmad menjelaskan.

Memang sulit dipungkiri, 212 Mart memiliki kelebihan dibandingkan jaringan ritel lain, yaitu ghirah dan model permodalan berjamaahnya. Kalau kemudian ditambah dengan kualitas pengelolaan yang kompetitif, baik dalam harga, pasokan barang, dan pelayanan, diperkirakan akan lebih mudah bagi 212Mart untuk bersaing dengan jaringan ritel lainnya.

Agar bisa segera bersaing dari sisi jumlah, KS212 sebenarnya ingin pendirian gerai 212Mart bisa cepat dibuka di seluruh Indonesia. Hanya, terhadang dua tantangan. Pertama, ketika komunitas sudah memiliki keinginan untuk mendirikan 212 Mart, tidak bisa langsung mewujudkannya, ada jeda waktu. Misalnya hingga 3-4 bulan, bahkan rerata kalau berdasarkan pengalaman itu sekitar 5-6 bulan.

Kendala kedua, lanjut dia, yakni vendor yang mendirikan kalau di Jabodetabek adalah Hydro. Itu juga ada batasnya, Hydro juga tidak bisa membuka 10 gerai 212 Mart dalam sehari.  Sehari mungkin berapa maksimal itu ada batasnya. Jadi kondisi itu, maka keinginan besar masyarakat tidak otomatis terpenuhi semua tersebar begitu luas langsung banyak.

“Alhamdulillah kalau antrian yang mau buka 212 Mart terus mengalir. Jadi setiap bulan itu banyak komunitas yang ngantri. Februari, 10 gerai sudah siap akan buka,” ungkap Ahmad.

Dalam pengembanganya, Ahmad menjelaskan, KS 212 akan membuka agen pembukaan supaya pemasoknya jangan satu, sehingga semua gerai bisa terlayani. Semisalnya, Hydro kata Ahmad, kalau di Jabodetabek masih bisa mengikuti, tapi di daerah tidak mungkin karena ada keterbatasan. Maka itu, untuk mempercepat pertumbuhan, pihaknya akan membuat  agen pembukaan yang merupakan mitra KS 212. Karena kalau diserahkan kepada satu perusahaan saja kemungkinan pertumbuhan 212 Mart akan lambat.

Mendukung UMKM
Terpenting lagi, kata Ahmad, KS 212 sangat mendukung program pemberdayaan ekonomi lokal dalam hal ini pemasaran produk-produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di gerai 212 Mart.

Disampaikan dia, pada awal pembukaan 212 Mart, KS 212 Pusat memberikan porsi 80 persen kepada produk reluger, dan 20 persen produk UMKM. Namun dalam perkembangannya, KS 212 membolehkan hingga 30 persen untuk  pemasaran produk UMKM di gerai 212 Mart, sejauh tidak menganggu porsi yang dimiliki oleh Hydro.

”Prinsipnya boleh 30 persen kalau tidak menganggu porsi Hydro. Artinya, 80 persen banding 20 persen, tapi kalau ada ruang lain itu boleh menambah untuk memfasilitasi produk UMKM,” ujarnya.

Pada prinsipnya, menurut Ahmad, KS 212 sangat mendukung gerai 212 Mart memfasilitasi produk UMKM. Karena sebenarnya gerai berbasis islami ini harus lebih banyak memfasilitasi produk-produk UMKM. Karena salah satu produk umat Muslim itu adalah UMKM.

Omzet per Bulan
Bicara soal omzet 212 Mart, Ahmad menjelaskan, untuk jabodetabek rerata omzet Rp 6,5 juta perhari. ”Kalau Jabodetabek (seluruh gerai Jabodetabek—red) mungkin satu bulan bisa mencapai omzet Rp 8 Miliar. Itu yang di jabodetabek saja,” kata Ahmad menegaskan.

Shortlink:

Terkait