212 Mart Ryacudu Kebanggaan Umat Muslim Lampung

Dengan semangat juang yang tinggi, kini 212 Mart Ryacudu  Lampung telah hadir. Diharapkan sukses membangkitkan  ekonomi umat.

Masyarakat Lampung, khususnya umat Muslim patut bergembira. Pasalnya, 212 Mart telah hadir di Lampung, pada Sabtu, 6 Januari 2018.  212 Mart Ryacudu Lampung,  itulah nama mini market berbasis Islami ini.

Letaknya,  di Jalan Ryacudu No. 60 E Kelurahan Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, Lampung. Peresmian gerai berbasis Islami besutan Koperasi Syariah (KS) 212 ini sangat meriah. Karangan bunga ucapan selamat diresmikannya 212 Mart Rycudu Lampung terlihat memenuhi jalanan di sisi kanan-kiri menuju gerai tersebut.

”Alhamdulilah 212 Mart Ryancudu Lampung telah diresmikan, Sabtu, 6 Januari 2018,  sedangkan soft opening-nya sepuluh hari sebelum grand opening, tepatnya pada 26 Desember 2017 lalu,”  ungkap Ketua Pengurus 212 Mart Ryacudu Lampung, Bambang Irawan kepada Koperasi Syariah 212, dihubungi Senin (8/1).

Bambang pun menyebutkan, bahwa perjuangan mendirikan 212 Mart ini sangatlah panjang penuh liku. Namun dengan semangat juang yang tinggi daripada pengurus untuk terus menyosialisasikan 212 Mart ini kepada umat, hingga akhirnya mendapat dukungan masyarakat Lampung, khususnya umat Muslim.

”Perjuangannya luar biasa sekali, kalau ingat saya menangis. Alhamdulilah kami tak patah semangat terus berjuang hingga terwujudnya 212 Mart ini,” ucap Bambang.

Bambang pun menyebutkan, bahwa para pelopor 212 Mart Ryacudu Lampung, selain dirinya, tampil juga Bintang Abadi Siregar, Syaiful Kirom, Haidir, Budi Prayogo, Chandra Wiguna, dan Maryono. Tentunya, Ustad Buchory selaku Ketua Komunitas KS 212 Provinsi Lampung, selalu membimbing mereka dalam perjuangan mendirikan 212 Mart Ryacudu Lampung.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, 212 Mart Ryacudu Lampung ini berbadan hukum PT. Maju Bersama Umat. Namun demikian arah ke depan akan berbentuk koperasi. ”Karena, kita kemarin mau cepat GO, nggak mungkin kalau koperasi prosesnya lama. Jadi, kita buat PT, tapi arahnya nanti koperasi, dan koperasi tetap kita didaftarkan sambil berjalan,” ujarnya.

Hingga GO, 212 Mart Ryacudu Lampung, jumlah anggota tercatat sekitar 253 orang. Adapun dana investasi minimal Rp 500 ribu hingga Rp 15 juta perorangnya. Dana terkumpul hingga GO, sebesar Rp 700 jutaan.  Dana tersebut, untuk operasional gerai 212 Mart tipe C dengan sewa pertahun Rp 56 juta. Sewa sudah dibayarkan hingga tiga tahun ke depan.

Omzet 45 Juta Per Hari
Meskipun omzet saat GO tidaklah tinggi seperti 212 Mart Kota Wisata, sebut Bambang. Tapi pihaknya merasa bangga karena omzet perharinya selalu stabil mencapai Rp 15 juta. Bahkan saat, soft opening, 26 Desember 2017 lalu saja membukukan Rp 10 juta. Kemudian, pada 1 Januari 2018, sukses di angka hampir Rp 20 juta.

”Saat GO kemarin, omzetnya Rp 45 juta. Alhamdilillah omzet sampai hari ini stabil di kisaran Rp 15 juta. Walaupun sebenarnya kalau itungan target standarnya Rp 7 juta-Rp 8 juta.  Ini,  Allah SWT yang punya kehendak, omzet selalu diluar target,” ungkap Bambang.

Bambang menegaskan, pihaknya berkomitmen memfasilitasi produk-produk Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam pengembangan 212 Mart Ryacudu Lampung ini.  Terbukti, puluhan produk UKM sudah dipasarkan di gerai berbasis islami ini. Seperti kopi, keripik pisang, keripik tempe, keripik sanjai, peyek kacang, peyek bayam, lanting, kue pia dan lainnya.  Semua makanan tersebut adalah produksi para pengusaha Muslim Lampung, yang bergerak di bisnis home industri.

Meskipun 212 Mart ini sudah berdiri, Bambang dan pengurus lainnya tak akan henti menyosialiasikan mengingatkan agar jamaah komitmen belanja di toko miliknya sendiri.

Terkait selisih harga yang kadang dipermasalahkan, Bambang menjawab bijaksana. Menurutnya, untuk anggota, soal harga diyakini masih terima karena ini adalah perjuangan untuk membangkitkan ekonomi umat. Dan tentunya juga gerai ini sangatlah beda dengan toko sebelah, mengingat anggota akan mendapatkan keuntungan tidak sekedar menjadi konsumen saja.

Beras Dibeli Langsung dari Petani
Adapun kata dia, untuk konsumen yang bukan anggota. Pihaknya akan memaksimalkan harga, seperti beras dibeli langsung dari petani sehingga harga jual bisa kompetitif. Begitu juga produk 9 bahan pokok, keuntungannya  diambil sedikit tidak memberatkan konsumen. Karena tujuan utama mendirikan 212 Mart ini adalah untuk mendorong kebangkitan ekonomi umat.

Bambang berharap dengan hadirnya 212 Mart Ryacudu Lampung ini, kebangkitan ekonomi umat Muslim khususnya terwujud. Mengingat kata dia, selama ini umat Muslim hanya menjadi penonton saja. padahal potensi kita sangatlah besar, termasuk UKM maupun konsumen Muslimnya sebagai pembeli produk-produk yang mereka butuhkan.

Namun tegas Bambang, setelah si Merah dan si Biru hadir, itu sangat luar biasa dampaknya terhadap ekonomi umat terganggu. UKM banyak yang gulung tikar, perputaran uang hanya mereka yang dapatkan. ”Kami optimis 212 Mart Ryacudu akan sukses membangkitkan ekonomi umat, khususnya di Bandar Lampung, Lampung,” kata Bambang.

Bambang pun mengisahkan, sebagai pengusaha sukses di bidang makanan yang sudah berkiprah selama 20 tahun. Pelanggannya banyak, dan bahkan mengakuianya. Dirinya pernah di telepon si Biru dan si Merah meminta produksi makananya dimasukkan di gerai mereka. Namun dengan bijak dan keteguhan hati, Bambang menolak permintaan tersebut. Alasannya dia senderhana, yakni tidak mau menghiati UKM dan pelanggannya yang telah gulung tikar karena mereka.

”Ghirahnya beda. Saya nggak mau. Saya nggak mau menikmati kerjasama di antara penderitaan teman-teman saya. Kini, 212 Mart Ryacudu Lampung telah hadir, ini kebanggaan umat Muslim Lampung, semoga menjadi contoh bagi 212 Mart lainnya,”  ungkap Bambang.

Satu Gerai di Tiap Kecamatan
Disampaikan dia, bahwa kesepakatan dalam rapat pengurus  target di tahun 2018 ini di setiap kecamatan akan didirikan 212 Mart. Dengan semangat umat Muslim Lampung yang luar biasa, optimis target itu bisa tercapai.

Terbukti, kata Bambang, meskipun  212 Mart Ryacudu diapit si Merah dan si Biru, tapi terlihat lebih ramai pembeli di gerai berbasis islami ini. ”Kekuatan 212 Mart ini beda. Gerai kami lebih ramai pembeli. Mudah-mudah ini tidak sebentar akan menerus,” tukasnya.

Kemeriahan GO 212 Mart Ryacudu Lampung, jelas Bambang, dimeriahkan dengan aksi sosial yaitu sunatan massal yang diikuti 45 orang lebih anak kaum dhuafa dan yatim. Bahkan saat proses sunatan itu berlangsung, yang daftar anggota bertambah.

”Alhamdulillah sunat massal berjalan lancar. Kami  berterima kasih kepada dokter Bintang Abadi Siregar bersama dokter-dokter lainnya yang telah berkenan dengan keiklasan hati pada sunatan massal ini,” kata Bambang.

Selain sunatan massal, sebut dia, juga diadakan pembagian kartu anggota secara simbolis oleh Ketua Koordinasi Komunitas KS 212 Pusat, Eka Rusmiyanti.  Kartu tersebut juga dibagikan kepada masjid-masjid di sekitar 212 Mart Ryacudu Lampung.

Adapun untuk santunan kaum dhuafa dan yatim, menurut Bambang, sudah masuk dalam agenda pengurus yang akan dibagikan setiap bulan kepada mereka.  Aksi sosial ini dananya berasal dari pembagian hasil sekitar 12, 5 persen akan digunakan untuk santunan kaum dhuafa dan yatim, serta pendidikan Islam dan dakwah juga kegiatan sosial lainnya yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat.

Shortlink:

Terkait