212 Mart Pengadengan Bangun Fanatisme Umat

Setiap jamaah harus berkomitmen belanja di 212 Mart Pengadegan. Karena sukses tidaknya toko ini adalah jamaah wajib membesarkannya, dan jangan berharap orang lewat belanja.

Ketua Koperasi Syariah Komunitas Jakarta Selatan,  Imron Hamihy mengucap syukur kepada Allah SWT karena perjuangannya bersama para jamaah telah terwujud dengan meresmikan 212 Mart Pengadegan.

“Alhamdulilah 212 Mart Pengadegan telah diresmikan, Minggu, 8 Oktober 2017. Ini toko berbasis Islami pertama di Jakarta Selatan,” kata Imron kepada Koperasi Syariah 212, dihubungi Selasa (10/10).

Menurutnya, ghirah umat Muslim Jakarta Selatan sangat luar biasa, terbukti saat grand opening (GO) 212 Mart Pangadengan, tercatat hampir 400 orang pembeli. Padahal, kata dia, pengurus belum sepenuhnya keliling wilayah Pancoran menyosialisasikan berdirinya toko besutan KS 212 Pusat ini. Namun antusias jamaah begitu bersemangat untuk hadir di acara tersebut.

“Alhamdulilah saat GO omzet tembus di angka Rp 51.841.350.  Tapi yang kami jaga adalah konstunitasnya bukan target omzet ketika GO, lalu melempem. Alhamdulilah, Senin  kemarin (9/10) omzet mencapai Rp 8 juta,” ungkap Imron.

Peraihan omzet Rp 8 juta perhari itu, menurutnya, sudah melebihi yang ditargetkan oleh Hydro, yakni dalam rancangan anggaran belanja sebenarnya hanya dibebani perhari Rp 4,5 juta saja sudah untung.

Imron menjelaskan, 212 Mart Pangadengan ini berada di bawah payung hukum Koperasi Syariah Komunitas Jakarta Selatan. Gerai 212 Mart tersebut didirikan dengan total omset Rp 660 juta yang berasal dari 353 anggota. Masing-masing anggota menanam investasi atau dana penyertaan sesuai kemampuan tidak dibatasi.

”212 Mart Pengadegan ini tipe C, dengan sewa toko Rp 160 juta pertahun. Diharapkan nanti bisa menjadi tipe C Plus,” ujar Imron.

UKM pun Difasilitasi
Dalam pengembangannya, pihaknya juga memfasilitasi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk memasarkan produk-produknya di toko 212 Mart Pengadegan ini. Bahkan kata Imron, saat GO 212 Mart  sudah sekitar 10 produk UKM di pasarkan. Menurutnya, pihanya akan terus mendorong pelaku UKM agar memasarkan produknya di toko berbasis Islami ini. Jika ruangan di lantai bawah kurang,  akan difasilitasi di lantai dua. Bahkan, tambah dia, di depan parkiran  masih tersedia lahan kosong akan difasilitasi pelaku usaha Muslim yang mau berjualan, dan akan diatur rapi.

”Sekarang kita berangkat dari yang kecil sajalah, pelaku UKM Muslim kita rangkul. Karena kalau bukan kita siapa lagi,” ujarnya.

Imron mengaku, pihaknya akan terus menyosialisasi dari pengajian ke pengajian memberitahukan kalau ada toko milik umat yaitu 212 Mart Pengadegan. Sehingga kalau umat Muslim belum menjadi anggota, kata Imron, maka sepantasnya mereka belanja di toko umat Islam.

Karena 212 Mart ini adalah milik umat, dari umat, oleh umat, dan untuk umat. Selayaknya, semua umat Muslim berkomitmen untuk belanja di toko milik umat, tidak hanya yang menjadi anggota koperasi saja, semua harus mendukung. Indonesia.

Delivery Service
Dalam strategi bisnis mendorong kebangkitan ekonomi umat Muslim Indonesia, jelas Imron, salah satu inovasi pemasaran adalah 212 Mart Pangadengan saat ini sedang mempersiapkan aplikasi delivery  service berbasis Android.

”Kita dalam wacana dan sedang didiskusikan membuat Komjek (Komunitas Ojek) yang fungsinya untuk mengantar barang-barang pesanan jamaah yang lokasinya jauh dari toko ini,” ujar Imron.

Dengan sistem ini, jelas dia lagi, jamaah bisa memesan barang apa saja yang akan dibeli dengan melalui telepon seluler atau Whatsapp (WA). Dan untuk menjaga keamanan, akan dilengkapi dengan CCTV online sehingga dari anggota yang memesan barang bisa memonitor sendiri.

Dari wacana program tersebut, tambah dia, sekaligus nantinya akan dibikin gojek ada namanya ojek Muslimin yang siap melayani pesanan masyaarakat sekitarnya atau mengantar jemput mereka untuk datang belanja ke toko ini.

Namun demikian, jelas Imron, semua itu tetap berpusat di 212 Mart dalam upaya mendukung operasional koperasi lokal yaitu Koperasi Syariah Komunitas Jakarta Selatan. ”Tapi tentu sumbangannya kepada KS 212 Pusat adalah kita dorong mereka masuk anggota pusat. Itu kan harus kita besarkan,” kata dia.

Tidak Mematikan Warung Sekitar
Pada kesempatan ini, Imron lagi-lagi mengucap syukur karena awal peresmian 212 Mart Pengadegan saja sudah banyak jamaah dari penjuru Jakarta Selatan yang antusias untuk meminta dirinya menyosialisasikan 212 Mart di  wilayahnya. Salah satunya, kata dia, adalah umat Muslim di Tebet meminta dirinya untuk sosialisasi pada Minggu lalu, dalam rangkaian mereka ingin mendirikan 212 Mart.

Imron berharap di setiap Kecamatan di Jakarta Selatan ada satu gerai 212 Mart. Pihaknya akan terus menyosialisasi dan menunggu kecamatan mana yang siap untuk segera mendirikan 212 Mart ini. Pihaknya terus membuka mendaftaran anggota yang berkomitmen membangun ekonomi umat Muslim Indonesia.

Dirinya juga berharap jika di setiap kecamatan sudah ada 1 gerai 212 Mart harus bisa menjadi  subdistribusi bagi warung-warung di wilayah tersebut. Jadi warung-warung tersebut harus dirangkul dengan diberikan harga distribusi sehingga mereka bisa berkembang.

“Nggak boleh kita matikan. Kalau minimarket sebelah itu kan tidak tahu kalau warung di sekitarnya itu hidup atau mati. Kita harus hidupkan warung di sekitar 212 Mart. Ini syiar dakwah kita dalam membangkitkan ekonomi umat Muslim Indonesia, tidak sekadar mendirikan bisnis ritel, tapi peduli pada sekitarnya. Insyaallah berkah, Allah SWT meridhoi langkah kita,” tegas Imron.

Komitmen Belanja
Imron menegaskan, di setiap kecamatan itu yang terpenting adalah kesiapan jamaah. Karena jamaah itulah yang nantinya setiap hari belanja di toko miliknya itu. Jadi mereka harus komitmen untuk selalu belanja di tokonya tidak memalingkan diri ke toko lain.

”Jadi, saya bangun fanatisme kepemilikan. Jadi anggota saya bangun untuk pegang komitmen, toko ini milikmu. Karena itu besar tidaknya, Anda yang membesarkan. Jangan terlalu berharap orang lewat belanja. Tapi yang penting adalah anggota berkomitmen agar toko ini hidup,” tukasnya.

Kalau pun selisih ada selisih harga dan sebagainya,  Imran menghimbau agar jamaah tidak mempermasalahkannya. Karena 212 Mart Pangadengan adalah toko milik umat yang harus dikembangkan secara berjamaah.

Terkait bagi hasil. Imron menjelaskan, bahwa Sisa Hasil Usaha (SHU) yang pasti bahwa 212 Mart itu investasi dunia akherat karena sekitar 7,5 persen itu adalah untuk dakwah, umat, yayasan,  yatim piatu dan lainnya. ”Investasi di 212 Mart ini investasi dunia akherat,” pungkasnya.

Shortlink:

Terkait