212 Mart Kota Wisata Berkonstribusi untuk Negara

Bukti kontribusi adalah  memfasilitasi produk-produk UKM untuk dipasarkan di 212 Mart Kota Wisata.

Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Bogor, Ronny Sukmana mengapresiasi diresmikannya  212 Mart Kota Wisata, yang terletak di Ruko Cammpark D1-D2, Jalan Canadian Broadway Kota Wisata, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“212 Mart Kota Wisata ini bukti kebangkitan ekonomi umat. Saya mewakili Bupati menyambut baik kebangkitan umat Islam dalam hal perekonomian,” kata Ronny kepada Koperasi Syariah 212  akhir pekan lalu.

Di Kabupaten Bogor, sudah hadir beberapa gerai 212 Mart. Menurut Ronny, sebetulnya ini di luar kemampuan Pemerintah karena Komunitas KS 212  tersebut bergerak atas kesadaran sendiri.

Dalam ekonomi, kata Ronny, ada namanya gerakan dan mobilisasi. Kalau mobilisasi itu berdasarkan perintah, sehingga tidak bisa berakselerasi dengan perkembangan. “Tetapi kalau namanya gerakan itu bebas bentuknya.Kalau pergerakan umat seperti ini, saya yakin InsyaAllah 212 Mart akan berkembang pesat,” ungkap Ronny.

UKM adalah Ekonomi Pribumi
Karena ini usaha ritel, kaitannya dengan usaha mikro. Ronny mengingatkan, bahwa  distribusi dari komposisi usaha mikro adalah 27 persen banding 73 persen.  Sebanyak 73 persen itu, kata Ronny, dikuasai oleh negara tetangga atau pengusaha asing. Sedangkan,  23 persen  itu dibagi-bagi oleh usaha mikro, kecil dan menengah. Tapi 23 persen ini menyumbang penyerapan tenaga kerja sampai 86 persen, konstribusi terhadap perekonomian sangat bagus.

Oleh karena itu, menurut Ronny,  Pemerintah Ddaerah selama ini sebenarnya hanya konsentrasi di mikro. Dinas Koperasi mempunyai 67 ribu usaha mikro dan  30 ribu usaha kecil. Jadi, Pemerintah daerah itu berkutet di urusan yang bawah.

“Jadi ketika ada komunitas 212 warga Kabupaten Bogor, warga Indonesia  yang mandiri seperti KS 212 dan 212 Mart, sebetulnya ini mah tanpa Pemerintah Daerah juga jalan. Saya hadir di sini ya paling memberikan legalitas pendiriannya dan sebagainya,” kata Ronny.

Berdirinya 212 Mart Kota Wisata, jelas dia, sebagai bukti kebangkitan ekonomi umat. Memang masih kecil, angkanya 0 koma sekian kalau dibandingkan industri. Tapi sangat penting karena arah pondiumnya 29 tahun lalu juga toko tetangga memulainya sampai sekarang sukses. “Nah, kita sudah menuju ke arah itu,” kata Ronny.

Karena menurutnya, kalau bicara nasional, gini rasio kita itu jomplang sudah lampu merah. Kesenjangan yang kaya dengan si miskin sangat jelas. Sementara kata Ronny, Komunitas Syariah 212 Kota Wisata ini, menengah ke atas yang mempunyai perhatian kepada rakyat kecil dalam upaya kebangkitan ekonomi umat Muslim di Indonesia.

“Sebetulnya ini tugas kami, tugas negara.Makanya, saya hadir di sini dan berterima kasih karena komunitas Kota Wisata sudah berkontribusi buat negara,” kata Ronny.

Adapun bukti kontribusinya, lanjut Ronny, adalah memfasilitasi produk-produk UKM para anggotanya maupun warga sekitarnya untuk dipasarkan di 212 Mart Kota Wisata ini. Dengan begitu diharapkan kesejahteraan umat dapat terwujud karena bisnis ritel berbasis Islami ini memberikan kemaslahatan bagi umat.

Shortlink:

Terkait