212 Mart Karawang Segera Diresmikan

Awalnya sulit, umat Muslim Karawang tidak paham apa itu 212 Mart. Tapi, kini ghirahnya dahsyat untuk kebangkitan ekonomi umat.

Aksi Bela Islam atau yang dikenal Aksi 212 sudah menjelma menjadi gerakan kebangkitan ekonomi umat.

Setiap badai menghadang, tak gentar semangat juang terus dikobarkan. Dengan prinsip berjamaah, puluhan mini market berbasis Islam sukses didirikan. Yakni 212 Mart  besutan Koperasi Syariah 212 Pusat, kini bertebaran.

Pada pekan depan, di Karawang Timur, Jawa Barat akan teresmikan 212 Mart Karawang. Tepatnya di Perumahan Citra Kebun Mas Blok C 16 No. 33-44 Kecamatan Maja Laya, Desa Bengle, Karawang Timur.

“InshaAllah 212 Mart Karawang akan diresmikan pada Ahad, 17 Desember 2017,” kata Ketua Komunitas Koperasi Syariah 212 Karawang I, Hasbiallah kepada Koperasi Syariah 212, dihubungi Senin (11/12).

Alumni 212 Karawang
Hasbiallah mengatakan, komunitas ini awalnya terbentuk dengan anggota alumni 212 Karawang, berjumlah 100 orang. Kemudian bergerak untuk dakwah dan menyosialisasikan 212 Mart majelis taklim, komunitas masjid, dan masyarakat muslim sekitarnya.

“Kami awalnya kesulitan mengenalkan kepada umat karena mereka belum tahu makluk apa itu 212 Mart. Kami pun pendekatannya kepada ulama. Alhamdulillah ghirah umat bangkit,” ungkap Hasbiallah.

Gaung ghirah umat, sebut dia, mulai terasa sekitar bulan Agustus, September, dan November. Hingga jumlah anggota pun terus bertambah, dan mulai dibentuk kelompok investor.

“Alhamdulillah masyarakat Muslim Karawang sudah kelihatan keberpihakan ghirahnya kepada gerakan ekonomi umat  hingga wujudkan 212 Mart. Alhamdulillah komitmennya sudah terlihat,” ujarnya.

Adapun alasan, pihaknya memilih Perumahan Citra Kebun Mas ini sebagai lokasi pertama gerai 212 Mart. Menurutnya, awalnya ada yang akan mendirikan Alfamart di perumahan ini, tapi ditolak oleh masyarakat.  Maka, pihaknya mendekati masyarakat di komplek itu dan mohon izin untuk mendirikan 212 Mart.

“Awalnya mereka nggak tahu mahluk apa 212 Mart itu. Alhamdulillah setelah kami sosialisasi, ghirah mereka tinggi untuk kebangkitan ekonomi umat,” ucapnya.

Terdata, anggota Komunitas KS Karawang I ini sebanyak 300 lebih.Dengan sistem saham, perlembarnya Rp 500 ribu. Setiap anggota boleh membeli minimal Rp 500 ribu hingga Rp 25 juta.

“Alhamdulillah dengan dana sekitar Rp 380 jutaan, gerai 212 Mart Karawang I ini bisa tipe B. 212 Mart Karawang I ini berada di bawah payung hukum Koperasi Syariah Umat,” jelas Hasbiallah.

Uniknya kata Hasbiallah, gerai 212 Mart Karawang I ini tidak full branding. Tapi rebranding, yakni, Koperasi izin pakai merek 212 Mart kepada KS 212 Pusat, kemudian pengelolaannya dilakukan oleh Koperasi

60 Produk UKM
Dalam pengembangan pun, kata dia, akan menyertakan 60 produk lokal atau Usaha Kecil Menengah (UKM) dari anggota, seperti beras dan minyak serta lainnya.  Sisa produk luar kerjasama dengan agen distributor Muslim.

“Untuk pemasaran produk UKM akan dibikin sistem konsinasi. Omzet perhari pun diharapkan kisaran Rp 7 juta-Rp 8 juta, sedangkan omzet saat diresmikan bisa di atas Rp 10 juta,” kata Hasbiallah.

Hasbiallah berharap ghirah umat Muslim Karawang lebih tinggi lagi. Apalagi kata dia,  212 Mart akan diresmikan. Tentu ini harus dijaga supaya persatuan umat tidak bubar. Kalau umat komitmen belanja di gerai milik sendiri. “InshaAllah 212 Mart Karawang I akan maju,” kata dia.

Apalagi, tambah dia, pihaknya sudah memiliki rencana mendirikan gerai 212 Mart yang kedua ketiga dan seterusnya. Mengingat di daerah Cikampek dan sekitarnya belum banyak digarap.

Hasbiallah juga berharap dukungan dari pemerintah daerah untuk mempermudah jalur birokrasinya. Karena kata dia, ada beberapa kendala terkait birokrasi kalau sudah ada istilah minimarket itu, agak sulit.

Hasbiallah optimis ekonomi umat Muslim Indonesia bisa bangkit, tentu dengan lebih memperkuat ghirah umat.

“212 Mart di Jabodetabek ini sudah lebih dari 30 gerai. Kami harapkan sudah naik ke atas yaknk level distributornya, supaya kita dapat harga yang lebih kompetitif,” katanya.

Sehingga tambah dia lagi, kalau harganya kompetitif lebih menarik untuk umat. Sehingga produk-produk UKM bisa ditambahkan.

Apalagi, sebut dia, umat Muslim itu kaya. Contohnya di Karawang saja, yang memiliki lumbung padi itu banyak. Sehingga berasnya bisa disediakan oleh 212 Mart. Mereka, kata Hasbiallah, mereka mempunyai ghirah cuma tidak tahu jalannya.

“Kami harapkan, KS 212 Pusat bisa punya distributor dulu untuk 212 Mart Jabodetabek, kemudian memiliki juga distributor center (DC),” pungkasnya.

Shortlink:

Terkait